Thursday, March 10, 2016

Food Combining, Pola Makan dan Kesehatan



Ilustrasi Sumber Foto http://mencegahpenyakit.com

Sebuah penjelasan awal

Perlu diketahui bahwa adanya penyakit adalah tanda bahwa tubuh kekurangan gizi. Lain yang dibutuhkan, lain yang dimakan.

Padahal, makanan bagi tubuh kita ibarat bensin dan oli bagi mobil. Agar mesin mobil bisa jalan, kita harus mengisi bensinnya. Dan kalau bensinnya adalah premium, ya harus diisi dengan premium. Kalau kita isi dengan minyak tanah, maka sudah pasti mesin mobilnya akan rusak.

Nah, begitu juga pada tubuh kita. Tubuh kita terdiri dari berbagai 'mesin': ada lambung yang bertugas menjadi tempat dicerna dan digilingnya makanan, dibantu oleh insulin dari kelenjar pankreas (untuk mengolah karbohidrat) dan dan enzim/cairan empedu empedu (untuk mengolah protein); ada usus halus (untuk menyerap zat2 makanan yang sudah diolah ke dalam pembuluh darah); ada hati yang bertugas menyaring racun-racun dari dalam darah kita; ada limpa yang bertugas memproduksi darah; ada ginjal yang bertugas ’menjaga’ kadar nutrisi di dalam darah selalu dalam kadarnya yang pas; dsb. masih banyak lagi.

Agar semua mesin ini bisa berfungsi dengan baik, dibutuhkan bensinnya, yaitu 4 jenis zat nutrisi:

  1. Karbohidrat (terkandung dalam nasi, ubi, singkong, kentang, jagung)
  2. Protein (hewani maupun nabati)
  3. Mineral (semua sayur2an)
  4. Vitamin (semua buah2an)


Dan, ternyata pula, kebutuhan kita akan protein hewan ternyata hanya 10% dari total asupan makanan kita sehari, kebutuhan karbohidrat 20%, sedangkan kebutuhan akan mineral dan vitamin (maksudnya sayur2an dan buah2an) adalah 70%.

Bandingkan dengan pola makan kita sebagai orang Indonesia. Kita makan 3x sehari, dan biasanya setiap kali makan mestilah nasi, lengkap dengan lauk pauknya, ada lauk hewan, tempe atau tahu. Dan seringkali belum tentu pakai sayur. Begitu pula dengan buah2an. Buah adalah makanan yang seringkali kita abaikan. Belum tentu seminggu 2x kita makan buah kan?

Nah, ketika yang dimakan lebih banyak karbo dan protein, maka tubuh akan sangat kekurangan gizi. Lebih banyak sampah yang tercipta.

Kan pernah dengar ya, KFC dan McDonald disebut junk food?

Junk = sampah. Junk food = Makanan sampah.

Kenapa disebut makanan sampah? Karena keduanya adalah campuran karbohidrat dan protein hewan.

Pada KFC: ayam dan nasi (atau kalau di negeri lain: kentang dan ayam), dan pada McD: roti dan daging.

Campuran karbo dan protein hewan adalah makanan yang sangat sulit dicerna oleh tubuh, sehingga di dalam tubuh dia hanya menciptakan sampah saja. Makanya disebut junkfood. (Perlu diketahui juga, di Amerika, hanya orang yang uangnya pas2an saja yang akan mampir beli makanan di KFC atau di McD. Yang masih punya uang untuk makan sehat akan memilih makanan yang sehat. Karena mereka semua umumnya tahu soal junkfood ini.)

Nah, ketika yang tercipta adalah sampah, tubuh kita akan membentuk sel lemak untuk "membungkus" sampah ini. Semakin banyak kita menciptakan sampah, semakin bertambah pula lah berat beadan kita.

Begitu pula, ketika makanan kita lebih banyak karbo-protein, kelenjar Pankreas kita akan dipaksa bekerja terus menerus sampai capek, sehingga dia mulai rusak. Ketika Pankreas mulai bermasalah, produksi Insulin terhenti, sehingga nasi (karbohidrat) yang kita makan tidak ada yang mengolah. Pabriknya mogok. Maka menumpuklah kadar gula di dalam darah. Ini yang disebut Diabetes.

Nah, ketika kadar gula mulai tinggi, artinya ada kerusakan pada Kelenjar Pankreas. Bisa jadi kerusakannya belum parah, belum sampai harus disuntik Insulin dari luar. Tapi kerusakan tersebut tetap saja harus diperbaiki.

Pada Kedokteran Modern, Dokter biasanya akan mengatakan bahwa Diabetes tidak bisa disembuhkan. Jadi seumur hidup akan tergantung pada obat dan/atau insulin.
Tapi itu tidak benar. Dengan beralih ke Pola Makan Food Combining, Diabetes biasanya akan sembuh dalam waktu +/- 1 bulan.

Begitu juga pada masalah kolesterol. Jika diikuti dengan benar, tidak sampai sebulan kadar kolesterol, asam urat, darah tinggi, semua akan normal kembali.

Sebetulnya akibatnya tidak akan separah itu KALAU kita memakan sayur dan buah yang banyak setiap hari. Karena kurang sayur, maka sampah bertumpuk. Sayur dan buah lah yang mestinya bertugas menjadi "petugas angkutan sampah" di dalam tubuh kita.



Berikut penjelasan tentang pola makan Food Combining yang lebih lengkap: 

Pola Makan Food Combining:
Cara makan Food Combining menjamin bahwa semua 'bensin' atau nutrisi yang diperlukan tubuh akan tercukupi. Ikuti jadwal makannya seperti yang dijelaskan di bagian akhir tulisan ini.

Tapi intinya adalah:
Food Combining (FC) ini adalah suatu teori tentang cara makan, yang merupakan koreksi terhadap teori ‘EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA’.

Nah dalam teori FC, hanya 4 zat nutrisi dasar di atas yang dianjurkan, tidak termasuk susu. Sebab menurut penelitian mutakhir, ternyata susu adalah makanan yang paling sulit dicerna oleh tubuh manusia. Itu sebabnya pada penderita asma, yang pertama dianjurkan adalah menghentikan minum susu samasekali. (Baca juga artikel berjudul: Hentikan Susu Untuk Melawan Kanker.) Di situ bisa dibaca bahwa susu ini juga menjadi penghambat bagi penyembuhan penyakit kanker, termasuk penyakit berat lain seperti Lupus, dan tentunya juga obesitas. Oleh sebab itu, susu adalah yang pertama sekali harus ditinggalkan, termasuk semua makanan yang mengandung susu (biskuit, cake, dll). Kalaupun mau membuat agar-agar, misalnya, jangan pakai susu.

Kedua, ada tiga hal prinsip dalam FC:

  1. Makan buah tidak boleh sesudah makan
  2. Tidak boleh mencampur karbohidrat dan protein hewan, dan
  3. Tidak boleh makan dan minum yang manis-manis (bergula) setelah makan.

Penjelasan yang lebih lengkap dapat dibaca dalam buku ”Food Combining – Kombinasi Makanan untuk Sehat dan Langsing”, karangan ANDANG GUNAWAN, dan bisa dibeli di toko-toko buku.

Menerapkan Pola makan FC.

Mulailah ikuti jadwal makan yang diberikan.

Ketika sudah mengikuti pola makan FC, upayakan betul minum jus sayurnya 2x sehari: pertama di sore hari sekitar jam 16.00 atau 16.30, dan kedua sebelum tidur malam..
Selain itu, pastikan minum air putih 8 - 10 gelas sehari. Agar lebih mudah mengingatnya, pastikan Anda minum segelas air (250 ml) setiap 1 jam. Ini akan memastikan Anda cukup minum air putih.

Selain itu hentikan pula:
  1. Tepung terigu dan semua makan yang dibuat dengan tepung terigu, termasuk roti, mie, kue2, pasta, dll.
  2. Gula, termasuk gula buatan (Tropicana Slim, Equal, dsb), sebab gula buatan tersebut justru mengandung Aspartame, gula sintetis/ kimiawi yang justru sangat berbahaya.
  3. Semua makanan instan.
  4. Semua zat pelezat makanan (Royco, Masako, Sasa, Miwon dan sebangsanya).

Intinya, prinsip terpenting adalah:

  1. Makan buah tidak boleh setelah makan, jadi harus terpisah dari makanan lain. Oleh sebab itu kita makan sebagai sarapan pagi.
  2. Jangan makan/minum yang manis-manis setelah makan (dessert – makanan pencuci mulut), karena hal ini juga akan memicu terjadinya fermentasi (misalnya, kopi manis, teh manis, es campur, dll.). Sebaiknya hindari gula sama sekali, termasuk gula sintetis seperti Equal, Tropicana Slim, dsb.
  3. Jangan minum minuman ringan (softdrinks) seperti Coca Cola, Sprite dan Fanta sebab zat-zat di dalamnya ‘membuang’ kembali persediaan kalsium yang sudah ada di dalam tulang kita sehingga kita akan cepat menderita Tulang Keropos, terutama pada perempuan (padahal ini biasanya terjadi pada orang yang sudah tua.) – lebih dikenal dengan istilah pencucian kalsium. Selain kandungan gulanya sangat tinggi (1 kaleng Coca-Cola mengandung 10 sendok gula), zat-zat yang ada di dalam softdrinks juga merusak organ-organ tubuh lainnya.
  4. Hindari Alkohol dan Kopi – terutama kopi instan – sebab kedua hal ini menghambat penyerapan vitamin B dan Kalsium dari makanan yang kita makan (padahal semua sayuran hijau mengandung kalsium dan banyak sayuran dan buah yang mengandung vitamin B). Kalaupun harus minum kopi, jangan lebih dari 2 cangkir sehari, jangan pakai gula, dan jangan kopi instan. Efek sampingnya lebih buruk.
  5. Tinggalkan zat-zat tambahan makanan dan pengawet seperti vetsin (Sasa, Miwon, dll) termasuk Royco, Masako, dkk. Zat-zat kimia di dalam penyedap makanan tersebut hanya meracuni tubuh kita saja, sebab sangat sulit dicerna oleh tubuh kita.
  6. Juga hindari makanan awetan dan kalengan seperti mie instan (semua merk!!), kornet, dsb.
  7. Pada 2-3 hari pertama Anda mencoba beralih ke cara makan ini, mungkin akan ada proses pembuangan racun, yang ber-efek pusing atau gejala lainnya. Biarkan saja, jangan minum obat, teruskan jadwal makan seperti yang dianjurkan. Seharusnya gejala tersebut akan hilang setelah 3 hari.


Selamat memulai!
Anung Nur Rachmi

Dikutip dari facebook Ibu Anung Nur Rachmi

No comments:

Post a Comment

Kebijakan dan Dampak Virus Corona di Indonesia

Ilustrasi Kekuatan ekonomi China sangat luar biasa di dunia saat ini. Kebangkitan ekonomi China bahkan mengalahkan Amerika Serikat. ...