Showing posts with label Konawe Utara. Show all posts
Showing posts with label Konawe Utara. Show all posts

Thursday, February 1, 2018

KEKERASAN SEKSUAL ANAK MEMPRIHATINKAN DI SULAWESI TENGGARA

Ilustrasi. Sumber foto : tempo.co

Kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan makin memperhatinkan di Sulawesi Tenggara. Ironisnya pelaku rata-rata dilakukan orang terdekat, orang tua kandung dan orang tua tiri. 

Beberapa kasus yang kami kumpulkan melalui berita media online  telah terjadi kekerasan seksual terhadap anak perempuan hampir seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Pertama, kasus di Kota Kendari, Seorang bapak tiri FD (27) mencabuli anak tiri inisial GN (6) ketika istri pergi kerja. Kejadian di Kelurahan Kadia. diliput zonasultra.com 28 januari 2018 

Kedua, Kasus di Kota Baubau, Seorang ayah MH (40) mencabuli dua anak kandungnya yang dibawah umur, bernisial R (16) dicabuli sejak kelas 4 SD hingga menempuh kelas 3 SMA. Sementara adiknya baru sekali dicabuli. Lokasi kejadian di Kota Bau-Bau. diliput kompas.com 11 oktober 2017. Ketiga, Kasus di Konawe Selatan, Darman (41) setubuhi dua anak kandungnya inisial T (9) dan RA (13). Lokasi kejadian di Desa Wonua Sangia, Kecamatan Landono.

Keempat, Kasus di Konawe Selatan, Kasim (45) menyetubuhi anak kandungnya berinial MR (15) berulang kali hingga hamil. Lokasi kejadian di Desa Molinese, Kecamatan Lainea. Kelima, Kasus di Muna, Ayah kandung memaksa anak kandung melakukan oral seks terhadap anaknya inisial F (7) hingga umur 12 tahun. Lokasi kejadian di Desa Molinese, Kecamatan Duruka. diliput zonasultra.com 24 februari 2016

Keenam, Kasus di Konawe, Menurut Cici Ita Ristianti, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui media tegas.co (13/09/2017) mengungkapkan, kekerasan seksual anak marak terjadi di Kecamatan Wawotobi dan Anggotoa. Ketujuh, Kasus di Kolaka, SY (39) setubuhi anak kandungnya bungan (15) berpuluh kali, sejak maret 2017 hingga januari 2018. Lokasi kejadian di Jalan Pendidikan, Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka. Diliput berita online 23 januari 2018.

Kedelapan, Kasus di Konawe Utara, JH (38) melakukan pencabulan terhadap anak tirinya inisial SI (14) yang duduk di bangku sekolah SMP sebanyak 5 kali. Kejadian di Desa Bandeha, Kecamatan Lasolo. diliput zonasultra.com 28 Januari 2018. Kesembilan, Kasus di Buton Tengah, RH (45) menyetubuhi anaknya tirinya yang duduk di SMA kelas 1 hingga hamil. Kejadian di Kelurahan Mawasangka, Kecamatan Mawasangka. 

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Sulawesi Tenggara, Zuhunuddin Kasim melalui media lenterasultra.com mengungkapkan, Kekerasan seksual anak sepanjang tahun 2017 sebanyak 126 kasus di Sulawesi Tenggara. Data itu berlum termasuk bulan desember 2017.

Untuk data KOMNAS Anak yang diliputi tirto.id mengungkapkan, pada tahun 2010-2015, Angka kekerasan anak mencapai 21.689.797 kasus dan setengahnya tergolong kejahatan seksual dan 62 persen kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan sekolah. kasus terjadi seluruh Indonesia.

Kekerasan seksual terhadap anak perempuan bukan hanya persetubuhan seperti yang dilakukan para orang tua kandung dan orang tua tiri diatas. Menurut Witriyatul Jauhriyah, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Jangkauan kekerasan seksual cukup luas meliputi seperti perbuatan main mata, siulan nakal, komentar berkonotasi seks atau gender, humor porno, cubitan, colekan, tepukan atau sentuhan bagian tubuh tertentu, gerakan tertentu atau isyarat yang bersifat seksual, ajakan berkencang dengan iming-iming atau ancaman, melakukan ajakan seksual hingga pemerkosaaan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku incest marak berdasarkan kasus diatas yakni pertama, Tarif ekonomi yang kurang, Para pelaku atau orang tua laki-laki berprofesi sebagai petani dan tukang service. Kedua, pengaruh alkohol dan video porno, Kasus yang terjadi di Muna dilakukan orang tua korban karena kebanyakan pengaruh alkohol. 

Ketiga, Bercerai dengan Istri dan anak kandung tinggal bersama orang tua kandung. Kasus yang terjadi di Kabupaten Kolaka. Pelaku awalnya hanya menyusuh anak kandungnya memijit tubuhnya yang kecapean dan berujung ajakan bersetubuh, karena tidak ada lagi istri yang bisa diajak untuk berhubungan badan. Kasus yang mirip terjadi di Landono Konawe Selatan, Korban setubuhi dua anak kandungnya karena istri sedang merantau di luar negeri.

Keempat, Tertarik dengan anak sendiri dan Istri terlalu sibuk beraktivitas di luar. Kasus ini rata-rata terjadi pada orang tua terhadap anak tiri. Kasus terjadi di Kota Kendari dan Buton Tengah. Kasus FD (27) mencabuli anak tiri ketika istrinya sedang pergi kerja di Kantor. Begitupun kasus RH (45) yang terjadi di Mawasangka Buton Tengah, melakukan aksi seks bebas dengan anak tiri ketika istrinya sedang pergi mengajar di Sekolah. Kelima, Tubuh anak perempuan kadang dianalogikan sebagai hak milik laki-laki. Jadi perempuan selalu dijadikan obyek seks semata.

Anak perempuan yang mendapatkan perlakukan kekerasan seksual tidak serta merta untuk melaporkan tindakan orang tuanya. Beberapa kasus memperlihatkan ada hubungan ketergantungan antara anak dan orang tua dalam hal ekonomi. Selain itu, Ketakutan melapor karena didasari ancaman pembunuhan orang tua kandung atau tiri, padahal harapan anak orang tua laki-laki adalah pelindung dalam rumah tangga.

Menurut Sisianah Affandy, Keluarga Kongres Wanita Indonesia yang diliput Tirto.id, penyebab anak rentan terhadap pelaku kekerasan seksual adalah 1). Anak sangat mudah terpengaruh iming-iming pelaku terlebih lagi dari punya hubungan keluarga atau dari lingkungan pendidikan. 2). Anak tidak bisa mengekspresikan secara verbal atas apa yang sedang dialaminya. 4). Anak menggantungkan hidupnya kepada pelaku. 5).Pelaku takut melaporkan kekerasan.

Perilaku Incest sebenarnya sudah terjadi zaman dahulu. Incest adalah hubungan seksual aantara dua orang yang memiliki ikatan keluarga. Beberapa kerajaan yang pernah menerapkan demi mempertahankan kekuasaan, kekayaan dan nafsu libidonya. 

Namun beberapa ahli menentang perilaku incest tersebut, salah satunya tokoh filsafat strukturalisme, Claude Levis-Strauss. Dalam konsep sistem kekerabatan yang dibuatnya, terdapat aturan fundamental dalam sistem kekerabatan yakni larangan incest. Larangan incest juga ditemui dalam kebudayaan dunia dan kalau diingkiri maka meruntuhkan tiang penyangga kehidupan masyarakat. Larangan incest mencerminkan sistem kekerabatan yang melibatkan pertukaran-perempuan dan merupakan sebuah kemampuan manusia yang lebih tinggi. Wajar kalau Incest masih dianggap sebagai hal tabu dan dilarang berbagai negara baik secara konstitusi maupun ajaran agama. 

Sebuah riset yang ditulis dr.Yusra Firdaus melalui media hellosehat.com mengungkapkan, Perkawinan sedarah atau Incest akan melahirkan berbagai macam masalah kesehatan bagi anak yakni 1). Penyakit albinisme, Kondisi tubuh kekurangan melamin, zat pewarna rambut, mata dan kulit. 2). Fumarase Deficiency - sebuah gangguan yang mempengaruhi sistem saraf otak. Kondisi yang menyebabkan kejang tonok-klonik, keterbelakangan mental, kelainan fisik seperti bibir sumbing, club foot alis kaki pengkor, hinggi skoliosis. 3). Habsburg Jaw,  kondisi cacat fisik bawaan dengan ciri-ciri rahang bawah menonjol keluar dan diikuti penebalan bibir bawah ekstrem, dan memiliki lidah yang luar biasa besa. 4). Hemofilia, Kondisi yang menyebabkan kecatatan pada gen yang memungkinkan pembekuan darah. 5). Philadelphoi, kecacatan fisik yang banyak membawa kematian pada bayi paling tinggi dari hubungan sedarah.

Untuk itu dibutuhkan strategi gerakan melawan kekerasan seksual terhadap anak perempuan dari lingkungan Pemerintahah, dunia pendidikan, dan lingkungan masyarakat serta lingkungan keluarga. Beberapa hal yang penting dan mendesak dilakukan adalah pendidikan seks sejak dini terhadap anak perempuan. Contoh saja, cara mengenalkan pendidikan seks kepada anak yang diliput dari media idntimes yakni 1). Kenalkan bagian tubuh yang tidak dilihat dan disentuh orang lain. 2). Pengenalan konsep perbedaan jenis kelamin kepada anak. 3). Tanamkan budaya malu pada anak. 4). Membatasi aktivitas nonton dan main HP pada anak.

Sumber
http://arumktyas-fib13.web.unair.ac.id/artikel_detail-103269-Filsafat-Strukturalisme.html

https://www.jurnalperempuan.org/blog-muda1/-akar-kekerasan-seksual-terhadap-perempuan

https://tirto.id/orang-terdekat-adalah-pelaku-kekerasan-seksual-cjBL

https://zonasultra.com/pelaku-pencabulan-anak-tiri-di-konut-terancam-hukuman-15-tahun-penjara.html

https://sultrakini.com/berita/seorang-ayah-di-kolaka-diduga-cabuli-anak-kandungnya-hampir-setahun

http://regional.kompas.com/read/2017/10/11/18450851/seorang-ayah-cabuli-anak-kandungnya-dari-sd-hingga-sma

https://nasional.tempo.co/read/823761/biadab-seorang-ayah-di-konawe-setubuhi-2-anaknya

http://regional.kompas.com/read/2016/11/29/19360301/setubuhi.putrinya.yang.berusia.14.tahun.hingga.hamil.kasim.diciduk.polisi

https://zonasultra.com/ayah-perkosa-anak-kandungnya-dituntut-pasal-berlapis.html

https://zonasultra.com/seorang-bapak-di-konut-tega-setubuhi-anak-tirinya-hingga-5-kali.html

https://butonpos.fajar.co.id/ayah-di-buteng-diduga-setubuhi-anak-tirinya-hingga-hamil/

https://life.idntimes.com/family/mely-rovina-farizal/cara-mengenalkan-sex-education-pendidikan-seks-kepada-anak-c1c2/full

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyakit-anak-inses-perkawinan-sedarah/

Friday, November 10, 2017

TAMBANG NIKEL CEMARI SULTRA

Mendesak, Rehabilitasi Lahan

Kendari, Kompas - Sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara, terutama kawasan-kawasan pusat penambangan nikel, kini tercemar. Pencemaran lingkungan itu membuat warga yang menggantungkan hidup dari sektor tradisional, termasuk perikanan merana.

Ilustrasi, Tambang Cemari Laut
Penambangan nikel di Sultra menjamur sejak tahun 2008. Saat itu, izin usaha pertambangan (IUP), kewenangannya masih berada di tingkat kabupaten/kota banyak diterbitkan. Hingga kini, sesui data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Sultra, dari total 389 IUP, 109 Merupakan IUP Nikel yang terdiri dari 188 IUP Operasi produksi dan 8 IUP Eksplorasi. Sebaran wilayah nikel di Sultra meliputi Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Bombana dan Buton. Aktivitas pertambangan mengeruk berton-ton tanah yang mengandung nikel (bijih). 

Dari pemantauan tim Kompas di Kolaka dan Konawe Utara pada jumat (3/11), kerusakan terhadap bentang alam terlihat jelas. Lahan-lahan hijau yang terkupas oleh alat-alat berat menjadi merah dan gersang. Sejumlah bukit juga tampak bopeng-bopeng. 

Di Desa Hakatutobu, Pomalaa, KabupAten Kolaka, Bukit terkelupas tampak di sisi jalan. Di Daerah itu terdapat dua perusahaan yang masih aktif menambang dan dua perusahaan lain telah meninggalkan lokasi tambang dengan kondisi lingkungan belum dipulihkan. Jalur menuju area pertambangan berlumpur merah. Meski ada pepohonan rindang disisi jalan, dibaliknya menganga lubang-lubang bekas galian tambang. Laut di desa Hakatutobu, yang juga pusat pemukiman warga, tidak lagi berwarna biru, tetapi kemerahan. Lumpur sedalam sekitar 50 sentimeter mengendap. Di pesisir itu juga terdapat tempat penumpukan bijih nikel hasil penambangan. Tumpukan tersebut akan diangkut ke tongkang melalui dermaga (jetty) yang terhubung dengan tempat penumpukan bijih.

Di Desa Mandiodo, Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Pertambangan nikel kebanyakan berada di pegunungan berhutan lebat. Lokasi tambang berjarak sekitar 1 kilometer dari pemukiman warga. Lokasi galian terlihat seperti longsoran yang ditengah hutan lebat. Ada juga lahan tambang yang tak jauh dari pantai. Bekas galian membentuk ceruk-ceruk yang di tengahnya ada genangan air. Air laut yang memerah juga terlihat di sisi barat salah satu jetty di Mandiodo. Bagian air yang memerah itu menjorok hingga 50 meter ke laut selebar 30 meter. Potongan kayu dan berbagai jenis sampah yang terempas di Pantai pun berwarna merah. Di Jetty ada tumpukan bijih nikel berwarna merah.

NELAYAN TERDAMPAK

Akibat kondisi itu, nelayan harus melaut lebih jauh karena populasi ikan di perairan desa anjlok. "Saya yang bermodalkan perahu ketinting harus menempuh jarak dua jam ke laut dalam untuk mencari ikan. Padahal dulu ikan dengan gampang di pukat di sekitar pantai", Kata rumang (49), Nelayan desa Mandiodo. Rumang adalah salah satu dari sekitar 20 nelayan yang menekuni pekerjaan itu setelah pertambangan masuk ke daerah itu pada tahun 2007-2008. 

Nelayan lain beralih pekerjaan menjadi buruh tambang. Berkurangnya populasi ikan di perairan diduga disebabkan material dari aktivitas penambangan nikel di pegunungan dan dermaga pengapalan yang merembes ke laut saat musim hujan. Rumang menuturukan, sebelum tambang beroperasi, sehari ia bisa meraup minimal Rp. 300.000 dari penangkapan ikan di perairan Mandiodo. Dengan tempuh yang makin jauh dan setelah dikurang biaya bahan bakar, saat ini Rumang hanya mendapatkan rata-rata Rp. 100.000 dari semalam melaut. 

Menurut Sekretaris Desa Hakatutobu, Ruslan Gafur, Penambangan nikel di desanya mulai marak sekitar tahun 2008. Menurut Dia, terdapat empat perusahaan pemegang IUP di wilayah desa itu. "ada pemegang IUP yang memberikan pekerjaan penambangan kepada rekanan kontraktor (joint operation/JO). ada lebih dari 10 JO. Ini yang merusak", Ujarnya. Ruslan mengatakan, Para penambang mengeruk perbukitan, tetapi tidak mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Indikatornya, tidak ada dam penampungan agar tanah merah tidak menyentuh pesisir. 

Kepala Bidang Mineral Dan Batubara, Dinas ESDM Sultra, Muhammad Hasbullah Indris mengatakan, Sejak aturan larangan ekspor mineral mentah berlaku pada tahun 2014, Banyak perusahaan nikel di Sultra "Tidur". "Aktivitas mulai bergeliat lagi sejak akhir 2015 sampai sekarang, karena terbuka peluang menjual (bijih nikel) dalam negeri' Katanya.

INSTENSIFKAN PENGAWASAN

Terkait dampak tambang terhadap lingkungan, Hasbullah mengatakan, Pengawasan akan diintensifkan melalui perangkat inspektur tambang yang dibentuk sejak januari 2017. Para inspektur tambang itu merupakan pegawai kementerian ESDM yang statusnya dialihkan dari pegawai daerah. Hasbullah mengatakan, Kini Sultra memiliki 69 inspektur tambang. Jumlah itu belum ideal karena banyaknya IUP yang harus diawasi dan tersebar di Wilayah daratan serta kepualauan provinsi itu.

Direktur Walhi Sultra, Kisran Makati meminta upaya pemulihan lahan bekas tambang serta dampak di sejumlah wilayah pesisir dan pertanian segera dilakukan. " Perusahaan yang bermasalah, misalnya menambang di hutan, harus segera diproses secara hukum" ujarnya.

Direktur Jenderal Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), MR Karliansyah mengatakan, Terdapat 557.000 hektar lahan akses terbuka akibat tambang di Seluruh Indonesia. Area rusak ini hampir seluas pulau ali yang memiliki luas 578.060 Hektar (BPS 2015). Dari luasan ini, KLHK baru menverifikasi di Lapangan seluas 6.368 Hektar. KLHK mengahadapi kendala rehabilitasi lahan akses terbuka pada area yang bukan dikuasai pemerintah seperti area konsesi perusahaan ataupun milik perseorangan.

Sumber : Kompas Cetak 6 November 2017

Tuesday, June 20, 2017

Pantau Banjir Di Sulawesi Tenggara

Sejumlah wilayah kembali mengalami banjir di Sulawesi Tenggara, Data 20 Juni 2017. Berikut datanya :

Kabupaten Konawe Selatan : 
1. Kecamatan Laeya : Desa Ambesea, Desa Anggoroboti, Desa Laeya.
2. Kecamatan Andolo : Kelurahan Alangga, Desa Andoolo
3. Kecamatan Andolo Barat : Desa Anese dan Desa Bimamaroa
4. Kecamatan Buke : Desa Tetenggolasa, Desa Utama DU, Ngapawali 
5. Kecamatan Tinanggea : Desa Lalonggasu, Desa Lapulu
6. Kecamatan Kolono : Desa Awunio
7. Kecamatan Kolono Timur : Desa Batu Putih, Desa Ampera, Desa Amolengu
8. Kecamatan Baito : Desa Tolihe
9. Kecamatan Palangga Selatan : Desa Wawowonua
10. Kecamatan Basala : Desa Basala, Desa Lambandia
11. Kecamatan Lalembuu : Jembatan Panjang, Penghubung Puunangga - Atari Jaya


Kabupaten Muna
1. Kecamatan Lasalepa : Desa Labunti, Desa Bonea, 
2. Kecamatan Batalaiworu : Kelurahan Laiworu, 
3. Kecamatan Wakorumba Selatan : Desa Wambona 


Kabupaten Konawe Utara
Kecamatan Motui : Desa Tobimeita, Desa Sambasule, Desa Samasubur

Kota Kendari 
1. Kecamatan Kambu : Lorong Maleo Kelurahan Kambu, 
2. Kecamatan Kambu : Jalan Manunggal Andonouhu, 
3. Kecamatan Baruga : Jalan Di Panjaitan, Bundaran Pesawat, Lepo-Lepo
4. Kecamatan Baruga ; Das Sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, 
5. Kecamatan Baruga : Kelurahan Lepo-Lepo, RW 06 RT 13

Kabupaten Buton Utara
Kecamatan Kalisusu Barat : Desa Lapandewa, Desa Lambale dan Desa Kotawo

Foto Netizen Facebook

Sumber FB Burhan Hasan
Foto Banjir Desa Awonio, Kecamatan Kolono Konawe Selatan. 

Sumber FB Hard 
Foto Banjir Desa Basala, Kecamatan Basala, Konawe Selatan. 
Sumber FB Wahab 
Foto situasi rumah yang terkena banjir di Lorong Maleo, Kelurahan Kambu, Kota Kendari. 

Sumber FB Rahiyma Wolio
Foto Banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari

Sumber FB Dhen Bagus
Foto pengungsi banjir akibat luapan sungai wanggu di Kota Kendari. 

Sumber FB Hermantho Antho 
Foto Banjir di Desa Wambona Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna
Sumber FB Zaeroni
Foto Banjir di Jembatan Pajang. Jalanan terputus di Kecamatan Lalembuu, Konawe Selatan
Sumber Foto FB  Arsan Konsel
Foto Banjir di Desa Ambesea, Kecamatan Laeya, Konawe Selatan

Sumber FB RT 013 RW 06 Kelurahan Lepo-Lepo
Banjir yang keempat kalinya selama dua bulan pada tahun 2017. Lokasi banjir Jalan Haji Lamuse, Lorong Sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari
Sumber : FB Muhammad Fikram
Banjir terbesar di Langkumbe, Desa Lapandewa, Kecamatan Kalisusu Barat, Kabupaten Buton. Banjir ini sudah ke sembilan kalinya terjadi selama tahun 2017.

Kejadian banjir di Desa Lapandewa, Lambale dan Kotawo, Kecamatan Kalisusu Barat merendam 445 rumah mengakibatkan warga mengungsi. Sawah terendam sebanyak 20 hektar dan kebun nilam sebanyak 50 hektar. FB Indra Xtrem

Sumber Data : Berita Media Online dan Media Sosial Facebook

Saturday, April 22, 2017

Profil Rauf


Wakil Bupati Konawe Utara Periode 2016 - 2021
Tempat Tanggal Lahir ; Lamonae, 29 Januari 1971
Alamat Tempat Tinggal : Desa Tetewatu, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara
Hobi : Olahraga, Bertani dan Beternak
Motto Hidup : Sederhana dan Konsisten

Keluarga
Istri - Sarwati

Anak
Musyafirah Amalia
Sayyid Qadri
Farhan
Aliyahzahra

Riwayat Pendidikan 
SDN Laronaha Tahun 1980 - 1986
SMP Negeri Andowia Tahun 1986 - 1989
SMA Negeri Lasolo Tahun 1989 - 1992
Sarjana IAIN Kendari Tahun 1992 - 1996

Pengalaman Organisasi
Anggota ICMI Kabupaten Kendari Tahun 1993
Community Organiser (CO) Walhi Sulawesi Tenggara, AMAN, YASCITA Tahun 2000
Ketua DPD PAN Kabupaten Konawe Utara Tahun 2011

Pengalaman Kerja
Guru SMP Kelas Jauh Asera Tahun 1997
Pelaksana SEKDES Desa Tetewatu Tahun 1999
Pelaksana Desa Tetewatu Tahun 2000
Kepala Desa Tetewatu 2002
Wakil Ketua 1 DPRD Konawe Utara, tahun 2007
Ketua DPRD Konawe Utara, tahun 2009
Ketua Komisi B Konawe Utara, tahun 2014

Profil Ruksamin


Bupati Konawe Utara periode 2016 - 2021
Tempat tanggal lahir : Tinobu Lasolo, 13 Maret 1973
Alamat : Desa Basule, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara

Keluarga
Istri - Nurponirah

Anak
Aisyah Nursam Wulandari Rukusala
Muh. Radja Bintang Rukusala
Muh Sulthan Zaidan Al Farizi Rukusala
Muh Erdogan Pangeran Konasara Rukusala

Riwayat Pendidikan
Sekolah Dasar Negeri Tinobu Tamat 1985
Sekolah Menengah Pertama Negeri Tinobu Tamat 1988
Sekolah Menengah Atas Negeri Wawotobi Tamat 1991
Sarjana Teknik Kimia, Universitas Muslim Makassar Tahun 1997
Pasca Sarjana Manajemen, Universitas Haluoleo Tahun 2010
Doktor Program DAP, UNDIP Semarang Tahun 2015

Riwayat Organisasi
Wakil Ketua Mahasiswa Teknik Kimia UMI Tahun 1994/1995
Sekjen Badan Perwakilan Mahasiswa UMI Tahun 1995/1996
Ketua DPW PBB Provinsi Sulawesi Tenggara

Riwayat Pekerjaan
Guru SMA Nasional Wawotobi, Tahun 2000 - 2001
Anggota DPRD Konawe, Tahun 2004 - 2007
Ketua DPRD Konawe Utara, Tahun 2007 - 2009
Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, Tahun 2009 - 2011
Wakil Bupati Konawe Utara, Tahun 2011

Kebijakan dan Dampak Virus Corona di Indonesia

Ilustrasi Kekuatan ekonomi China sangat luar biasa di dunia saat ini. Kebangkitan ekonomi China bahkan mengalahkan Amerika Serikat. ...