Showing posts with label Kota Kendari. Show all posts
Showing posts with label Kota Kendari. Show all posts

Thursday, January 18, 2018

CENGKRAMAN POLITIK DINASTI ASRUN MENURUT NETIZEN

Postingan Akun FB Mario

Pertarungan Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara telah dimulai. Beberapa tim sukses mulai melakukan kampanye positif dan black campaign di media sosial. Salah satu sasaran serangan para tim sukses adalah pasangan ASRUN

Akun FB Mario Riawa memposting jaringan politik dinasti yang akan dibangun mantan Walikota Kendari, Asrun. Beberapa keluarga Asrun memegang pucuk pimpinan Kabupaten Kota di Sulawesi Tenggara. Pertama, H. Surunuddin, Bupati Konawe Selatan sebagai Paman Asrun. Kedua, H. Imran, Mantan Bupati Konawe Selatan, sekarang sebagai Ketua GERINDRA Sulawesi Tenggara. Ketiga, Adriatma Dwi Putra, Walikota Kendari, Anak kandung Asrun. Keempat, H. Ahmad Safei, Bupati Kolaka, salah satu besan mertua anak Asrun. Hasil upload Mario Riawa telah dijempol 107 orang dengan berbagai macam komentar.

Bukan hanya itu, Akun Andi Damsid Hamid memposting formasi kekeluargaan Asrun di Pemerintahan Kota Kendari. 


Pertama, Sri Yastin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Kota Kendari, Istri Calon Gubernur Asrun. 

Kedua, Askar Mahmud, Kepala BAPPEDA Kota Kendari, adik kandung Calon Gubernur Asrun. 

Ketiga, Hasria Mahmud, Kepala Badan Kependudukan dan KB Kota Kendari, adik kandung Calon Gubernur Asrun

Keempat, Sri Yusnita, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kendari, kemenakan Calon Gubernur Asrun

Kelima, Zainal Arifin, Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari, sepupu sekali Calon Gubernur Asrun

Keenam, Muhammad Saiful, Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Kendari, Sepupu sekali Calon Gubernur Asrun

Ketujuh, Sartini Sarita, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, adik ipar Calon Gubernur Asrun.

Kedelapan, Hamsir Madjid, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnakertrans) Kota Kendari, sepupu sekali Calon Gubernur Asrun

Kesembilan, Muskan, Sekretaris KPU Kota Kendari, Ipar Asrun

Kesepuluh, Daming, Kepala PDAM Kota Kendari, Ipar Asrun

Kesebelas, Nining, Bendahara Kasubid KAS Daerah, Kemenakan Asrun

Keduabelas, Sri Sulastri, Kepala Bidang Pariwisata, Ipar Asrun

dan seterusnya, ke pejabat tingkat bawah seperti KABAG di lingkup Pemerintahan Kota Kendari banyak dianggap berasal dari kroni dan keluarga dekat Asrun.

Postingan Akun Andi Damsid Hamid, telah dijempol 452 orang. 


Tuesday, June 20, 2017

Pantau Banjir Di Sulawesi Tenggara

Sejumlah wilayah kembali mengalami banjir di Sulawesi Tenggara, Data 20 Juni 2017. Berikut datanya :

Kabupaten Konawe Selatan : 
1. Kecamatan Laeya : Desa Ambesea, Desa Anggoroboti, Desa Laeya.
2. Kecamatan Andolo : Kelurahan Alangga, Desa Andoolo
3. Kecamatan Andolo Barat : Desa Anese dan Desa Bimamaroa
4. Kecamatan Buke : Desa Tetenggolasa, Desa Utama DU, Ngapawali 
5. Kecamatan Tinanggea : Desa Lalonggasu, Desa Lapulu
6. Kecamatan Kolono : Desa Awunio
7. Kecamatan Kolono Timur : Desa Batu Putih, Desa Ampera, Desa Amolengu
8. Kecamatan Baito : Desa Tolihe
9. Kecamatan Palangga Selatan : Desa Wawowonua
10. Kecamatan Basala : Desa Basala, Desa Lambandia
11. Kecamatan Lalembuu : Jembatan Panjang, Penghubung Puunangga - Atari Jaya


Kabupaten Muna
1. Kecamatan Lasalepa : Desa Labunti, Desa Bonea, 
2. Kecamatan Batalaiworu : Kelurahan Laiworu, 
3. Kecamatan Wakorumba Selatan : Desa Wambona 


Kabupaten Konawe Utara
Kecamatan Motui : Desa Tobimeita, Desa Sambasule, Desa Samasubur

Kota Kendari 
1. Kecamatan Kambu : Lorong Maleo Kelurahan Kambu, 
2. Kecamatan Kambu : Jalan Manunggal Andonouhu, 
3. Kecamatan Baruga : Jalan Di Panjaitan, Bundaran Pesawat, Lepo-Lepo
4. Kecamatan Baruga ; Das Sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, 
5. Kecamatan Baruga : Kelurahan Lepo-Lepo, RW 06 RT 13

Kabupaten Buton Utara
Kecamatan Kalisusu Barat : Desa Lapandewa, Desa Lambale dan Desa Kotawo

Foto Netizen Facebook

Sumber FB Burhan Hasan
Foto Banjir Desa Awonio, Kecamatan Kolono Konawe Selatan. 

Sumber FB Hard 
Foto Banjir Desa Basala, Kecamatan Basala, Konawe Selatan. 
Sumber FB Wahab 
Foto situasi rumah yang terkena banjir di Lorong Maleo, Kelurahan Kambu, Kota Kendari. 

Sumber FB Rahiyma Wolio
Foto Banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari

Sumber FB Dhen Bagus
Foto pengungsi banjir akibat luapan sungai wanggu di Kota Kendari. 

Sumber FB Hermantho Antho 
Foto Banjir di Desa Wambona Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna
Sumber FB Zaeroni
Foto Banjir di Jembatan Pajang. Jalanan terputus di Kecamatan Lalembuu, Konawe Selatan
Sumber Foto FB  Arsan Konsel
Foto Banjir di Desa Ambesea, Kecamatan Laeya, Konawe Selatan

Sumber FB RT 013 RW 06 Kelurahan Lepo-Lepo
Banjir yang keempat kalinya selama dua bulan pada tahun 2017. Lokasi banjir Jalan Haji Lamuse, Lorong Sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari
Sumber : FB Muhammad Fikram
Banjir terbesar di Langkumbe, Desa Lapandewa, Kecamatan Kalisusu Barat, Kabupaten Buton. Banjir ini sudah ke sembilan kalinya terjadi selama tahun 2017.

Kejadian banjir di Desa Lapandewa, Lambale dan Kotawo, Kecamatan Kalisusu Barat merendam 445 rumah mengakibatkan warga mengungsi. Sawah terendam sebanyak 20 hektar dan kebun nilam sebanyak 50 hektar. FB Indra Xtrem

Sumber Data : Berita Media Online dan Media Sosial Facebook

Wednesday, June 14, 2017

Netizen apresiasi Warga Membangun Jalan Sendiri di Kambu

Foto FB Ahar Laode

Dampak banjir yang bertubi-tubi menimpa Kota Kendari, mengakibatkan sebagian jalan rusak, terutama lorong-lorong rusak parah bahkan tidak bisa dilewati pengendara. Jalanan berlumpur menjadi pandangan sehari-hari warga lorong Rajawali, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Hasil gotong royong warga diupload facebook (fb) Ahar Laode di grup sultrawatch. Ahar memberikan keterangan "antusias warga setempat, patungan membeli material untuk kenyamanan bersama". Hasil upload tersebut disambut netizen dengan berbagai macam komentar mulai dari memuji hingga mempertanyakan keberadaaan Pemerintah Kota Kendari.

FB Cahyo Ramdhan mengatakan 'mantap inisiatif warga". ia mengapresiasi tindakan warga. FB Ridwan mengatakan "super bangkitkan budaya gotong royong dan peduli sama ringan sama dijinjing, beras sama dipikul". dan FB Andi Anne Anri mengatakan "Berlomba lomba lah bersedekah, Insya allah selama jalan ini digunakan, maka pahala akan terus mengalir". 

Begitupun dengan FB Lutfy Azhar memuji dan mengatakan "Bravo.. inilah contoh masyarakat yang peduli dengan kebutuhan umum. Proyek masyarakat dananya juga dari masyarakat setempat alias patungan. bukan berasal dari APBN dan APBD".

Postingan yang mencapai 600 jempol itu, tidak sedikit netizen yang mempertanyakan perhatian Pemerintah dalam memperhatikan infrastruktur Kota Kendari. FB Syarif Hamsah Erna mengatakan "Pemkot mana. Apa pemkot sudah tidak punya anggaran lagi. Pemkot harus malu. Hal tersebut menunjukkan ketidakmampuan pemkot dalam membuat skala prorietas proyek. Mengelola masalah dalam kota saja tidak mau, Bagaimana mau mengelola masalah pada level provinsi?".

FB Jun mencari Pemerintah Kota Kendari, danlalu dijawab FB I Wayan Suama "Mereka sibuk cari dukungan, kan mau nyalon lagi setelah sukses memimpin dua peridoe dan sukses pula mengantarkan putranya sebagai penerus tahta".

FB Anes Sosoito melanjutkan pernyataan untuk meminta pemerintah kota bertanggung jawab " Heran juga saya adami yang bilang jangan berhadap sama pemerintah.. nah terus apa fungsi pemerintah ?. semua itu sudah dianggarkan.

Begitupun dengan FB Ali Sumadhan yang mengatakan "Kode keras ini. Tapi Pemerintah Kota acuh tak acuh dengan kondisi yang menimpa Kota Kendari. Mereka tutup mata dan telinga yang bisa dilakukan".

Walau berbagai komentar dari netizen, Warga tetap semangat untuk menyelesaikan pembangunan jalan hingga selesai di lorong rajawali, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Friday, June 9, 2017

Situasi Ekonomi Kota Kendari Tidak Baik-Baik Saja

Ilustrasi. sumber.harian analisa

Mengamati situasi penjual pabuka di sekitar jalan Sao-Sao dari awal hingga hari ini. Pengunjung pada minggu pertama puasa sangat ramai. lambat laun pengunjung makin menurun hingga hari ini. Bukan hanya itu, Pengunjung Mall Lippo juga makin lesu, padahal biasanya sangat ramai saat dua minggu sebelum lebaran. 

Dari pengamatan penulis, Penyebab meningkatnya inflasi dan menurunnya daya beli masyarakat pada minggu kedua bulan puasa disebabkan : pertama, Bencana banjir dan longsor yang bertubi-tubi menimpa Kota Kendari. Korban bencana tidak tertangani dengan baik. 

Bencana yang melanda beberapa daerah penyangga Kota Kendari seperti Konawe Selatan dan Konawe berdampak juga terhadap harga sayuran dan makanan yang semakin meningkat di Kota Kendari. Bencana banjir mengakibatkan sebagian besar petani gagal panen di dua daerah penyangga kota kendari. 

Begitupun dengan nelayan yang menghadapi cuaca yang buruk dan kesulitan melaut mengakibatkan harga ikan makin tinggi di pasaran.

Sistem pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana dibiarkan berjalan secara alami tanpa intervensi yang memadai dari pihak terkait. Bantuan untuk korban bencana hanya berupa sembako dan mie instan yang sifatnya karitatif.

Kedua, Pemerintah Kota Kendari kurang perhatian pada sektor riil masyarakat. Beberapa kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari sebelum memasuki bulan puasa malah merugikan pekerja sektor informal khususnya pedagang kaki lima. pengusiran paksa tidak disertai dengan kebijakan untuk mengikatkan pengahasilan PKL.

Pemulihan ekonomi korban pengusiran paksa dengan pasar modern tentunya tidak semua terpenuhi. Mengingat biaya sewa kios yang sangat mahal dan tidak terjangkau. Kita dapat memperhatikan  Pasar Kota Lama dan Pasar Baru serta Pasar Lapulu. Kios-kios pasar masih banyak yang kosong karena tak terjangkau.

Begitupun dengan buruh informal dan buruh formal sangat minim perhatian, terutama terkait dengan upah. Ribuan warga kota kendari bekerja tanpa jaminan dari pemerintah. Mereka bekerja sebagai buruh kontrak dengan gaji yang jauh dibawah standar sebesar Rp.30.000 sampai Rp 50.000 perhari dengan waktu hari kerja 20 hari perbulan. Kasus ini banyak terjadi di perusahaan perikanan dan toko elektronik dan lainnya di Kota Kendari. Kontrol terhadap perusahaan tersebut tidak terjadi sama sekali dan membiarkan para pekerja digaji dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

Ekonomi kota kendari sempat membaik pada bulan januari- februari 2017 lalu, dipengaruhi oleh faktor pemilihan calon walikota Kota Kendari. Perputaran uang setiap calon walikota cukup membantu situasi ekonomi masyarakat yang gawat darurat. Memasuki minggu kedua bulan puasa situasi ekonomi makin memburuk.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kendari membutuhkan kebijakan yang bisa mengubah secara radikal sistem ekonomi masyarakat. Keadaan memperlihatkan tidak baik-baik saja. Daya beli masyarakat semakin menurun dan perlu ditingkatkan dengan berbagai cara. Semua itu tidak lain agar 30% warga kota yang tergolong miskin mampu bangkit dari keterpurukan. Bulan ramadhan sebagai bulan penuh berkah tetap butuh belanja pabuka dan sahur serta baju lebaran.

Tuesday, May 30, 2017

Foto Netizen : Jalan Rusak Di Sulawesi Tenggara

Sumber Foto FB Rays Al Fatih2
 Foto jalan rusak Trans Sulawesi, Kendari - Sulawesi Tengah

Sumber Foto FB Agima Agi
 Foto jalan rusak di Pohara, Kabupaten Konawe

Sumber FB Agima Agi
 Foto jalan rusak di Mowewe, Kolaka Timur

Sumber FB Fadal Al Fajri
 Foto jalan rusak di Kecamatan Lapulu, Kota Kendari

Sumber  FB Megy Lucky
 Foto jalan rusak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe

Sumber FB Suci Amalia Salego 
 Foto  jalan rusak di Desa Lere Jaya, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur

Sumber  FB Kamsar 
Foto jalan rusak di Kecamatan Lalembuu, Konawe Selatan

Sumber FB Haryanto Gain
Foto jalan rusak di Desa Polewali, Kalo-Kalo, Bangun Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan

Foto FB Milham
Foto Jembatan Rusak di Desa Wonuambuteo, Kecamatan Lambandia, Kolaka Timur

Foto FB Irmha Wanirma
Foto jalan rusak penghubung Kecamatan Basala - Kecamatan Lalembuu, Konawe Selatan
Sumber FB Ari Rock
Foto Jalan Rusak di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe

Saturday, December 3, 2016

Stop Bicara SARA Di Pilkada Kota Kendari



Ilustrasi. Sumber http://jhonmiduksitorus.blogspot.co.id

Demo Jilid III Umat Islam protes kata-kata Ahok yang mengandung unsur SARA menghebohkan negeri ini. Aksi massa bukan hanya terjadi di Jakarta tapi juga terjadi di berbagai daerah

Para politisi menanggapinya bahwa itu isu politisasi, karena dianggap untuk menjatuhkan Ahok sebagai calon Gubernur Jakarta saat ini. Aksi Umat Islam dicurigai ditumpangi oleh kepentingan politik yang lebih besar dan sebagainya. Maka muncullah berbagai aksi tandingan untuk melawan isu tersebut, namun sangat sulit untuk dibendung karena jumlah massa aksi umat islam mencapai jutaan orang, sedangkan aksi tandingan hanya ratusan ribu orang.

Kata-kata Ahok yang menyebut surat al maidah demi memuluskan jalannya dalam menduduki kembali kursi kepemimpinan di Jakarta. Sayang umat islam yang menonton video itu protes keras, karena sudah dianggap melecehkan kepercayaan orang lain atau sudah mengandung unsur SARA. Dan otomatis sudah melanggar hukum di negeri ini.

Isu SARA terlihat juga di akar rumput dalam menghadapi sosialisasi calon Walikota Kendari. Dari hasil keliling kota kendari beberapa hari terakhir, saya mencoba untuk bertanya kepada warga soal isu yang dipakai Calon Walikota untuk merebut suara pemilih.

Jawaban warga sangat mencengangkan, sebagian besar memilih bukan alasan rasional, melainkan karena faktor agama dan faktor kesukuan. Apakah karena faktor nonton tv kasus Ahok atau bukan ?, entahlah

Selain itu, menurut informasi seorang kawan yang terlibat dalam mensukseskan calon Walikota Kendari bahwa, itu kerja-kerja tim sukses untuk merebut suara di akar rumput. isu se-kampung atau se-suku atau se-agama memang menjadi salah satu strategi jitu dalam proses pemetaan pemilih.

“Isu SARA di Kota Kendari telah melahirkan bentrokan atas nama suku beberapa tahun yang lalu. Ironisnya, bibit konflik ini dipelihara turun temurun oleh tim sukses untuk memenangkan calonnya” lanjut temanku.

Situasi ini sangat tidak bagus untuk menciptakan demokrasi yang baik di akar rumput. Karena perspektif dan tingkat pendidikan akar rumput berbeda-beda. Dalam perkembangannya dapat memunculkan fanatisme sesat yang ujungnya melahirkan manusia emosional dan tukang rusuh.

Untuk itu dibutuhkan inovasi dan kreatifitas semua tim sukses untuk menghindari isu suku, sekampung dan seagama dalam melakukan kampanye di Kota Kendari. Cukuplah  Ahok yang kena batunya di Jakarta.

Pengawas Pilkada Kota Kendari harus aktif untuk mencegah kampanye dengan menggunakan isu SARA. Kalau hal ini dibiarkan berkembang tanpa teguran sama sekali. maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik horizontal pasca Pemilih Walikota Kendari kedepan.

Mari bersama-sama selamatkan Kota Kendari dari perpecahan antara sesama. Warga sudah cukup lama rukun dalam melakukan aktivitas di Kota Kendari. Jangan gara-gara Pilkada hancur lebur, dan hampir dipastikan sangat sulit untuk membangunnya kembali.

Kita semua saudara, Satu Indonesia, Bhineka Tunggal Ika – berbeda tapi tetap satu jua. Stop Bicara SARA dalam mempengaruhi pemilih di akar rumput. Damai Itu Indah. Siapapun yang menang, itulah Walikota kita. Bagi yang kalah silahkan menunggu pertarungan 5 tahun mendatang.

Thursday, October 13, 2016

PROFIL ABDUL RASAK


Abdul Rasak, Calon Walikota Kendari

ABDUL RASAK, Calon Walikota Kendari 2017 - 2022
 
Tempat Tanggal Lahir, Abeli, 30 Agustus 1970.

Usia : 46 Tahun

Alamat Tempat Tinggal : Jalan Sewangi RT 05, RW 03, Kelurahan Abeli, Kecamatan Kota Kendari


Hobi : Sepak Bola

Motto Hidup : Memulai adalah cara paling ampuh untuk menyelesaikan sesuatu





Data Keluarga

Istri – Sri Rahayu Kadir

Anak

  1. Gilang Satya Witama  – Mahasiswa
  2. Nurul Ainun Witama  – Mahasiswa
  3. Ahmad Fadil Witama  – Pelajar



RIWAYAT PENDIDIKAN

  • SD ABELI 2 Kecamatan Poasia, Tahun 1978 – 1984
  • SMP Negeri Abeli Kabupaten Kendari, Tahun 1984 – 1987
  • SMA Negeri Andonouhu Kabupaten Kendari, Tahun 1998 – 1991
  • Strata 1 Universitas Haluoleo Kendari, Tahun 1991 – 1996
  • Pendidikan Informal Lemhanas Tahun 2007



PENGALAMAN PEKERJAAN

  • Konsultan Pendamping SRADP – Asian Development Bank ABD Tahun 2000 – 2002
  • Konsultan Pendamping Pengembangan Kecamatan  Tahun 2002 – 2004
  • Anggota DPRD Kota Kendari Tahun 2004 – 2009
  • Ketua DPRD Kota Kendari Tahun 2009 – 2014
  • Ketua DPRD Kota Kendari Tahun 2014 – 2019



PENGALAMAN ORGANISASI

  • Pengurus HIMAGRO Universitas Haluoleo Kendari Tahun 1991
  • Koordinator Bidang Sumber Daya Alam, LSM Usaha Tani Lahan Kering Tahun 2001
  • Koordinator Bidang Organisasi dan Pendidikan DPP PAN Kota Kendari, Tahun 1999
  • Wakil Ketua DPC PAN Kecamatan Poasia, Tahun 2002
  • Ketua DPC PAN Kelurahan Abeli, Tahun 2005
  • Wakil Ketua DPD PAN Kota Kendari, Tahun 2006
  • Sekertaris DPD PAN Kota Kendari, Tahun 2008
  • Wakil Ketua DPW Kota Kendari, Tahun 2010
  • Ketua MPP PAN Kota Kendari, Tahun 2010





Data dikutip dari Visi Misi disetor di KPU Kota Kendari

Kebijakan dan Dampak Virus Corona di Indonesia

Ilustrasi Kekuatan ekonomi China sangat luar biasa di dunia saat ini. Kebangkitan ekonomi China bahkan mengalahkan Amerika Serikat. ...