Showing posts with label Kendari. Show all posts
Showing posts with label Kendari. Show all posts
Tuesday, January 28, 2020
Friday, April 19, 2019
GOLPUT Sebagai Solusi
Golput singkatan dari golongan putih. Gerakan yang lahir dipelopori aktivis angkatan 1966, Arief Budiman, Saudara kandung aktivis Universitas Indonesia, Soe Hok Gie. Gerakan Golput pada pemilu 1977 untuk melawan otoriter Partai Golkar. Golongan putih menginstruksikan tusuk warna putih, kertas dibagian luar dari partai politik. Tusuk putih karena pada waktu itu orang ditandai jika tak datang ke TPS. Makanya datang ke TPS tapi tidak menusuk Parpol Golkar melainkan tusuk warna putih.
Setiap pemilu berlangsung Golput selalu didengungkan oleh orang-orang yang merasa kekuasaan tidak berguna bagi kehidupan masyakarat terutama yang selama ini tertindas oleh kekuasaan.
Pada pemilu 2019 ini, isu yang banyak diangkat para aktivis ad sengketa tanah dan tambang yang menyingkirkan rakyat dari habitatnya serta perilaku korup para Anggota DPR yang terpilih.
Bahkan muncul film karya Dandy Laksono yang berjudul Sexy Killers. Film ini menginspirasi banyak penontonnya ikut golput karena ternyata dibalik para Calon Presiden adalah para cukong tambang yang merugikan rakyat.
Data kaum Golput pada pemilu 2019 menurut LSI Denny JA, Golput PILPRES 19, 27 persen dan Golput Pileg mencapai 30,05 persen. Nah apa yang dilakukan sebagian kaum Golput pada pemilu 2019. Mereka ternyata sebagian tetap datang ke TPS dan melakukan hal dibawah ini terhadap kertas suara capres dan calon DPR ;
Wednesday, April 17, 2019
Lagi Politik Uang Marak Di Kota Kendari
![]() |
| Ilustrasi |
Setiap proses pemilihan langsung di Kendari, saya terus mengamati dan mengamati prilaku masyarakat khususnya di Kota Kendari. Problem utama dihadapi masyarakat dalam proses demokrasi adalah politik kotor berupa politik uang.
Pada pemilu 2019 khususnya pemilihan Calon Legislatif (CALEG) dari DPR Pusat hingga DPRD Kota Kendari yang dilaksanakan 17 april lalu, sangat parah aktivitas politik uang di kalangan masyarakat. Situasi yang sangat mirip pada pemilihan Walikota Kendari pada tahun 2017 lalu. Dari pengamatan saya, pemilihan langsung yang tidak marak politik uang hanya pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara tahun 2018 lalu. Hal itu terjadi karena salah satu aktor politik uang, yang juga jadi kandidat Gubernur Sultra terciduk KPK sebelum hari pencoblosan.
Berdasarkan informasi dari warga dari 5 Dapil yang kami kunjungi di Kota Kendari, rata-rata Caleg yang lolos di DPRD Kota Kendari, DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dan DPR RI Pusat melakukan kegiatan serangan uang atau biasa disebut masyarakat sebagai serangan fajar. Nominal serangan bervariasi tergantung tingkatannya. Untuk DPRD Kota Kendari, rata-rata Caleg menyerang kisaran Rp. 100.000 sampai Rp.350.000 untuk satu suara. Untuk DPRD Provinsi menyerang kisaran Rp.100.000 sampai Rp.200.000 untuk satu suara. Begitupun dengan Caleg DPR RI antara Rp.50.000 sampai Rp.100.000 per suara.
Dari hasil wawancara dengan salah satu teman Caleg menyatakan, beberapa Caleg yang duduk di DPRD Kota Kendari mengeluarkan cost politik plus politik uang kisaran 500 juta rupiah hingga diatas 1 milliar rupiah. Bahkan beberapa Caleg yang mengeluarkan uang 1 milliar rupiah, tetapi tidak terpilih menjadi anggota legislatif karena kalah banyak uang oleh lawannya.
Menurut teman caleg itu, beberapa Calon Legislatif (CALEG) Kota Kendari rela mengeluarkan uang hingga milliaran rupiah karena memang caleg mendapatkan uang lebih banyak lagi ketika terpilih menjadi Anggota Legislatif Kota Kendari. Pendapatan Caleg dari gaji plus tunjangan mencapai 39 juta rupiah per bulan. Itu belum termasuk dana reses yang jumlahnya puluhan juta setiap tahun. Tetapi gaji dan dana reses tidak seberapa, dibandingkan dengan dana aspirasi yang didapatkan setiap Anggota Legislatif yang jumlahnya mencapai milliaran rupiah selama duduk di DPRD Kota Kendari.
"Target politik uang bagi pemilih saat pemilihan Caleg bukan hanya berlaku di daerah yang penduduknya relatif miskin, tetapi juga berlaku bagi perumahan kelas tengah hingga perumahan yang rata-rata punya mobil di Kota Kendari", cerita teman caleg.
Pelaku yang biasa menjalankan politik uang adalah orang setempat yang telah ditunjuk sebagai tim sukses Caleg tersebut. Caleg pelaku politik uang tidak lagi berdasarkan ideologi, tapi hampir semua caleg partai melakukan politik uang, mulai dari partai agamais, nasionalis hingga lokalitas. Caleg partai PKS, PAN, DEMOKRAT, GERINDRA, PDIP, NASDEM, GOLKAR dan seterusnya, terlibat semua dalam politik uang demi merebut kursi legislatif di DPRD Kota Kendari, DPRD Sulawesi Tenggara hingga DPR RI. Namun tak satupun pelakunya yang tertangkap tangan.
Kenapa masyarakat sangat akrab dengan politik uang di Kota Kendari ?. Saya sempat menanyakan ke beberapa warga. Alasan mereka dapat saya simpulkan yakni pertama, janji Caleg yang tidak sesui dengan kenyataan. Kedua, Caleg terpilih tidak membangun relasi jangka panjang dengan pemilih sehingga hubungan mereka hanya sekali dalam 5 tahun pas kegiatan pemilihan terjadi. Ketiga, masalah masalah yang dihadapi masyarakat tidak pernah mendapatkan perhatian penuh dari anggota legilastif, padahal masalah tersebut terkait dengan buruknya sistem pelayanan Pemerintahan Kota Kendari ditingkat bawah.
Efek dari kebiasaan politik uang adalah masyarakat tak lagi perduli dengan visi misi, dan program Caleg, melainkan akan memilih yang bisa membayar suara pada saat pencoblosan. Akhirnya pertukaran suara dengan uang menjadi hal yang biasa-biasa saja bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Kendari. Ujung dari kebiasaan buruk ini hanya memberikan ruang ke orang-orang yang BERUANG. Calon legislatif yang terpilih pun tak lagi dilihat dari segi kualitas untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di kursi perlemen, melainkan melihat jumlah nominal uang serangan fajar yang bisa dihambur-hamburkan caleg di hari pencoblosan.
Padahal dalam Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Diatur bahwa baik pemberi maupun penerima 'uang politik' sama-sama bisa kena jerat pidana berupa hukuman penjara.
Pada Pasal 187 A ayat 1, Undang-Undang tentang Pilkada diatur, setiap orang yang sengaja memberi uang atau materi sebagai imbalan untuk memengaruhi pemilih maka orang tersebut dipidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan, plus denda paling sedikit Rp 200 juta hingga maksimal Rp 1 miliar.
Pertanyaannya, apakah pengawas pemilu (PANWASLU) Kota Kendari tidak bekerja maksimal cegah politik uang ?. Jawabannya "iya". Dari beberapa kasus politik uang di malam pencoblosan, serangan fajar masuk hingga tingkat RT, RW dan Kampung. Namun tak satupun pelaku politik uang yang tertangkap.
Menurut seorang teman caleg, panwaslu tingkat bawah yang direkrut Panwaslu Kota Kendari banyak yang terlibat aktif sebagai aktor politik uang. Memang sengaja direkrut dan didorong menjadi panwaslu tingkat Kelurahan demi melegalkan politik uang salah satu partai.
"Panwaslu tingkat kelurahan yang tidak terlibat aktif banyak yang tutup mata dengan pelaku politik uang, karena didesain supaya mendapat percikan juga" lanjut teman caleg.
Isu politik uang memang sangat terbuka ditingkat bawah terutama ditingkat RT, RW dan Kampung di Kota Kendari. Tetapi tak satupun yang tertangkap sampai hari ini. Padahal bukan hanya Panwaslu yang tahu, pihak intel Kepolisian dan TNI pasti tahu juga sistem politik kotor itu marak di Kota Kendari.
Sampai kapan Kota Kendari menjadi sarang politik kotor dengan politik uang. Apakah sampai kiamat ?, tentu tidak. Apakah demokrasi kita akan terus tercoreng dengan politik kotor itu ?, tentu tidak. Seandainya politik uang sebagai penyakit kanker mungkin masyarakat Kota Kendari dapat dikatakan memasuki stadium 4. Kita tidak boleh terpaku dengan hanya mengandalkan PANWASLU, Aparat Kepolisian dan TNI untuk berantas politik uang di Kota Kendari. Semua pihak harus terlibat aktif terutama Partai Politik dalam memberantas penyakit demokrasi yang merasuk ke alam bawah sadar masyarakat. Marilah bersama-sama bergerak menciptakan demokrasi sehat untuk Indonesia dan khususnya di Kota Kendari kedepan.
Sunday, March 4, 2018
Serangan Balik Pendukung ADP ASRUN untuk KPK dan Lawan Politiknya
Penangkapan Anak dan Bapak, Adriatma Dwi Putra ADP, Walikota Kota Kendari dan Asrun, Calon Gubernur Sulawesi Tenggara menyisahkan beberapa masalah di media sosial. Salah satunya serangan dari simpatisan dan tim sukses untuk oknum yang ikut terlibat.
Akun Facebook Isran Saputra Wijaya mengungkapkan di grup FB Sultra Watch bahwa penangkapan ADP dan Asrun merupakan sebuah setingan yang dilakukan Wakil Ketua KPK, Laode Syarif. Mengapa Laode Syarif yang diserang?, karena dianggap orang Sulawesi Tenggara asal Muna yang menjadi dalang dari aksi penangkapan tersebut. Satu hal yang perlu diketahui bahwa perselisihan antara Warga muna dengan Tolaki sudah lama terjadi dan tetap mendarah daging di beberapa kalangan generasi, terutama setiap diadakan kegiatan kontestasi Pilkada. Konflik inipun sempat mengemuka pada pemilihan Walikota Kendari yang diadakan tahun 2017 lalu.
FB Indha juga membagikan posting miring terkait penangkapan ADP dan Asrun. Dia masih menganggap penangkapan keduanya merupakan sebuah permainan politik belaka.
"Sedih melihatnya.. Kalau murni penegakan hukum dapat diterima.. Tapi kalau ini ada permainan politik untuk memenangkan salah satu calon dengan cara-cara dzolim, ini yang tidak baik". Kata Indha dan telah dijempol 385 orang.
Akun FB Akbar pun demikian. Ia mempertanyakan bukti OTT KPK di Kendari. Beberapa media memberitakan bahwa barang bukti KPK hanyalah kwitansi dan kunci mobil tanpa adanya uang tunai. Dalam penjelasan KPK yang diwakili Febriansyah, bahwa barang bukti berupa uang 2,8 milliar dibawa melalui hutan.
Selain itu, pernyataan diatas, terdapat juga pernyataan KPK bahwa uang tersebut sudah dipakai sehingga tidak ada barang bukti berupa uang. Situasi ini yang coba diangkat Akbar melalui akun FB yang diposting di grup Sultra Watch agar dibaca netizen.
Beberapa akun FB melihat penangkapan ADP dan ASRUN atas peran antara Lukman Abunawas, Calon Wakil Gubernur Sultra dengan Laode Syarif. Keduanya dianggap berkonspirasi. Namun, Lukman Abunawas mengungkapkan di media massa bahwa pertemuan keduanya tidak lain, karena dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi yang menimpa Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam. Posisi Lukman Abunawas pada masa pemerintahan Nur Alam sebagai Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Netizen terutama pendukung Asrun dalam PILGUB menganggap penangkapan ADP - Asrun sebagai settingan lawan politik terutama dari pasangan Calon dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi - Lukman Abunawas.
Dibalik serangan terhadap KPK dan lawan politik Asrun. Akun FB Anton Sulawesi mencoba membalik situasi di grup sultra watch dengan mengatakan :
"haha. lucu. biar salah tetap didukung. KPK tidak bakalan salah tangkap demi nama baiknya. Ciri-ciri umat akhir zaman. Sebuah kesalahan dianggap sebuah kebenaran", Kata Anton Sulawesi.
Dalam pernyataan Anton, beberapa netizen ikut berkomentar, salah satunya akun FB Abdi Dillah "KPK juga manusia dan bukan malaikat".
Anton pun menjawab "Ini berbicara konteks keduniaan bukan akhirat. Jadi jangan bawa-bawa malaikat dalam persoalan seperti ini"
"Jangan kaitkan antara PILKADA dan penegakan supremasi hukum. Siapapun dia, entah nomor 1, 2, dan 3 kalau salah tetap salah, kenapa harus membela yang salah.. Sebuah penangkapan itu butuh pendalaman, pengintaian, serta menurunkan tim intelegen dan sudah pasti menjadi target, apalagi target KPK mengincar pemerintahan Dinasti". tutup Anton dalam diskusi di Sultra Watch
Apapun yang terjadi, Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi KPK harus diberi kepercayaan untuk mengungkap semuanya. Kecurigaan, kecurigaan terhadap KPK dan lawan politik harus ditiadakan untuk sementara, sambil menunggu sidang pengadilan terkait kasus OTT ADP dan Asrun. Kalau tidak terbukti melakukan kegiatan transaksional dengan pengusaha, saya kira semuanya akan dibebaskan kedepan.
Mari kita doakan Bapak Asrun dan Adriatma Dwi Putra ADP agar diberi kesehatan dan pikiran yang sehat untuk berpikir jernih dalam menjalani sidang agar terbebas dari tuduhan KPK.
Thursday, February 1, 2018
KEKERASAN SEKSUAL ANAK MEMPRIHATINKAN DI SULAWESI TENGGARA
![]() |
| Ilustrasi. Sumber foto : tempo.co |
Kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan makin memperhatinkan di Sulawesi Tenggara. Ironisnya pelaku rata-rata dilakukan orang terdekat, orang tua kandung dan orang tua tiri.
Beberapa kasus yang kami kumpulkan melalui berita media online telah terjadi kekerasan seksual terhadap anak perempuan hampir seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Pertama, kasus di Kota Kendari, Seorang bapak tiri FD (27) mencabuli anak tiri inisial GN (6) ketika istri pergi kerja. Kejadian di Kelurahan Kadia. diliput zonasultra.com 28 januari 2018
Kedua, Kasus di Kota Baubau, Seorang ayah MH (40) mencabuli dua anak kandungnya yang dibawah umur, bernisial R (16) dicabuli sejak kelas 4 SD hingga menempuh kelas 3 SMA. Sementara adiknya baru sekali dicabuli. Lokasi kejadian di Kota Bau-Bau. diliput kompas.com 11 oktober 2017. Ketiga, Kasus di Konawe Selatan, Darman (41) setubuhi dua anak kandungnya inisial T (9) dan RA (13). Lokasi kejadian di Desa Wonua Sangia, Kecamatan Landono.
Keempat, Kasus di Konawe Selatan, Kasim (45) menyetubuhi anak kandungnya berinial MR (15) berulang kali hingga hamil. Lokasi kejadian di Desa Molinese, Kecamatan Lainea. Kelima, Kasus di Muna, Ayah kandung memaksa anak kandung melakukan oral seks terhadap anaknya inisial F (7) hingga umur 12 tahun. Lokasi kejadian di Desa Molinese, Kecamatan Duruka. diliput zonasultra.com 24 februari 2016
Keenam, Kasus di Konawe, Menurut Cici Ita Ristianti, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui media tegas.co (13/09/2017) mengungkapkan, kekerasan seksual anak marak terjadi di Kecamatan Wawotobi dan Anggotoa. Ketujuh, Kasus di Kolaka, SY (39) setubuhi anak kandungnya bungan (15) berpuluh kali, sejak maret 2017 hingga januari 2018. Lokasi kejadian di Jalan Pendidikan, Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka. Diliput berita online 23 januari 2018.
Kedelapan, Kasus di Konawe Utara, JH (38) melakukan pencabulan terhadap anak tirinya inisial SI (14) yang duduk di bangku sekolah SMP sebanyak 5 kali. Kejadian di Desa Bandeha, Kecamatan Lasolo. diliput zonasultra.com 28 Januari 2018. Kesembilan, Kasus di Buton Tengah, RH (45) menyetubuhi anaknya tirinya yang duduk di SMA kelas 1 hingga hamil. Kejadian di Kelurahan Mawasangka, Kecamatan Mawasangka.
Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Sulawesi Tenggara, Zuhunuddin Kasim melalui media lenterasultra.com mengungkapkan, Kekerasan seksual anak sepanjang tahun 2017 sebanyak 126 kasus di Sulawesi Tenggara. Data itu berlum termasuk bulan desember 2017.
Untuk data KOMNAS Anak yang diliputi tirto.id mengungkapkan, pada tahun 2010-2015, Angka kekerasan anak mencapai 21.689.797 kasus dan setengahnya tergolong kejahatan seksual dan 62 persen kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan sekolah. kasus terjadi seluruh Indonesia.
Kekerasan seksual terhadap anak perempuan bukan hanya persetubuhan seperti yang dilakukan para orang tua kandung dan orang tua tiri diatas. Menurut Witriyatul Jauhriyah, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Jangkauan kekerasan seksual cukup luas meliputi seperti perbuatan main mata, siulan nakal, komentar berkonotasi seks atau gender, humor porno, cubitan, colekan, tepukan atau sentuhan bagian tubuh tertentu, gerakan tertentu atau isyarat yang bersifat seksual, ajakan berkencang dengan iming-iming atau ancaman, melakukan ajakan seksual hingga pemerkosaaan.
Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku incest marak berdasarkan kasus diatas yakni pertama, Tarif ekonomi yang kurang, Para pelaku atau orang tua laki-laki berprofesi sebagai petani dan tukang service. Kedua, pengaruh alkohol dan video porno, Kasus yang terjadi di Muna dilakukan orang tua korban karena kebanyakan pengaruh alkohol.
Ketiga, Bercerai dengan Istri dan anak kandung tinggal bersama orang tua kandung. Kasus yang terjadi di Kabupaten Kolaka. Pelaku awalnya hanya menyusuh anak kandungnya memijit tubuhnya yang kecapean dan berujung ajakan bersetubuh, karena tidak ada lagi istri yang bisa diajak untuk berhubungan badan. Kasus yang mirip terjadi di Landono Konawe Selatan, Korban setubuhi dua anak kandungnya karena istri sedang merantau di luar negeri.
Keempat, Tertarik dengan anak sendiri dan Istri terlalu sibuk beraktivitas di luar. Kasus ini rata-rata terjadi pada orang tua terhadap anak tiri. Kasus terjadi di Kota Kendari dan Buton Tengah. Kasus FD (27) mencabuli anak tiri ketika istrinya sedang pergi kerja di Kantor. Begitupun kasus RH (45) yang terjadi di Mawasangka Buton Tengah, melakukan aksi seks bebas dengan anak tiri ketika istrinya sedang pergi mengajar di Sekolah. Kelima, Tubuh anak perempuan kadang dianalogikan sebagai hak milik laki-laki. Jadi perempuan selalu dijadikan obyek seks semata.
Anak perempuan yang mendapatkan perlakukan kekerasan seksual tidak serta merta untuk melaporkan tindakan orang tuanya. Beberapa kasus memperlihatkan ada hubungan ketergantungan antara anak dan orang tua dalam hal ekonomi. Selain itu, Ketakutan melapor karena didasari ancaman pembunuhan orang tua kandung atau tiri, padahal harapan anak orang tua laki-laki adalah pelindung dalam rumah tangga.
Menurut Sisianah Affandy, Keluarga Kongres Wanita Indonesia yang diliput Tirto.id, penyebab anak rentan terhadap pelaku kekerasan seksual adalah 1). Anak sangat mudah terpengaruh iming-iming pelaku terlebih lagi dari punya hubungan keluarga atau dari lingkungan pendidikan. 2). Anak tidak bisa mengekspresikan secara verbal atas apa yang sedang dialaminya. 4). Anak menggantungkan hidupnya kepada pelaku. 5).Pelaku takut melaporkan kekerasan.
Perilaku Incest sebenarnya sudah terjadi zaman dahulu. Incest adalah hubungan seksual aantara dua orang yang memiliki ikatan keluarga. Beberapa kerajaan yang pernah menerapkan demi mempertahankan kekuasaan, kekayaan dan nafsu libidonya.
Namun beberapa ahli menentang perilaku incest tersebut, salah satunya tokoh filsafat strukturalisme, Claude Levis-Strauss. Dalam konsep sistem kekerabatan yang dibuatnya, terdapat aturan fundamental dalam sistem kekerabatan yakni larangan incest. Larangan incest juga ditemui dalam kebudayaan dunia dan kalau diingkiri maka meruntuhkan tiang penyangga kehidupan masyarakat. Larangan incest mencerminkan sistem kekerabatan yang melibatkan pertukaran-perempuan dan merupakan sebuah kemampuan manusia yang lebih tinggi. Wajar kalau Incest masih dianggap sebagai hal tabu dan dilarang berbagai negara baik secara konstitusi maupun ajaran agama.
Sebuah riset yang ditulis dr.Yusra Firdaus melalui media hellosehat.com mengungkapkan, Perkawinan sedarah atau Incest akan melahirkan berbagai macam masalah kesehatan bagi anak yakni 1). Penyakit albinisme, Kondisi tubuh kekurangan melamin, zat pewarna rambut, mata dan kulit. 2). Fumarase Deficiency - sebuah gangguan yang mempengaruhi sistem saraf otak. Kondisi yang menyebabkan kejang tonok-klonik, keterbelakangan mental, kelainan fisik seperti bibir sumbing, club foot alis kaki pengkor, hinggi skoliosis. 3). Habsburg Jaw, kondisi cacat fisik bawaan dengan ciri-ciri rahang bawah menonjol keluar dan diikuti penebalan bibir bawah ekstrem, dan memiliki lidah yang luar biasa besa. 4). Hemofilia, Kondisi yang menyebabkan kecatatan pada gen yang memungkinkan pembekuan darah. 5). Philadelphoi, kecacatan fisik yang banyak membawa kematian pada bayi paling tinggi dari hubungan sedarah.
Untuk itu dibutuhkan strategi gerakan melawan kekerasan seksual terhadap anak perempuan dari lingkungan Pemerintahah, dunia pendidikan, dan lingkungan masyarakat serta lingkungan keluarga. Beberapa hal yang penting dan mendesak dilakukan adalah pendidikan seks sejak dini terhadap anak perempuan. Contoh saja, cara mengenalkan pendidikan seks kepada anak yang diliput dari media idntimes yakni 1). Kenalkan bagian tubuh yang tidak dilihat dan disentuh orang lain. 2). Pengenalan konsep perbedaan jenis kelamin kepada anak. 3). Tanamkan budaya malu pada anak. 4). Membatasi aktivitas nonton dan main HP pada anak.
Sumber
http://arumktyas-fib13.web.unair.ac.id/artikel_detail-103269-Filsafat-Strukturalisme.html
https://www.jurnalperempuan.org/blog-muda1/-akar-kekerasan-seksual-terhadap-perempuan
https://tirto.id/orang-terdekat-adalah-pelaku-kekerasan-seksual-cjBL
https://zonasultra.com/pelaku-pencabulan-anak-tiri-di-konut-terancam-hukuman-15-tahun-penjara.html
https://sultrakini.com/berita/seorang-ayah-di-kolaka-diduga-cabuli-anak-kandungnya-hampir-setahun
http://regional.kompas.com/read/2017/10/11/18450851/seorang-ayah-cabuli-anak-kandungnya-dari-sd-hingga-sma
https://nasional.tempo.co/read/823761/biadab-seorang-ayah-di-konawe-setubuhi-2-anaknya
http://regional.kompas.com/read/2016/11/29/19360301/setubuhi.putrinya.yang.berusia.14.tahun.hingga.hamil.kasim.diciduk.polisi
https://zonasultra.com/ayah-perkosa-anak-kandungnya-dituntut-pasal-berlapis.html
https://zonasultra.com/seorang-bapak-di-konut-tega-setubuhi-anak-tirinya-hingga-5-kali.html
https://butonpos.fajar.co.id/ayah-di-buteng-diduga-setubuhi-anak-tirinya-hingga-hamil/
https://life.idntimes.com/family/mely-rovina-farizal/cara-mengenalkan-sex-education-pendidikan-seks-kepada-anak-c1c2/full
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyakit-anak-inses-perkawinan-sedarah/
Tuesday, January 23, 2018
GELIAT PUNGUTAN LIAR DALAM SEKTOR PENDIDIKAN DI SULAWESI TENGGARA
Beberapa hari terakhir media lokal memberitakan demonstrasi Mahasiswa Teknik Universitas Muhammadyah Kendari di Kampus. Tuntutan mahasiswa menuntut transparansi pungutan uang Studi Kerja Lapangan (SKL) sebesar 18 juta rupiah.
Dampak dari demonstrasi mahasiswa mengakibatkan 8 orang dosen dari Jurusan Arsitek Muhammadyah (UMK) Kendari mengundurkan diri. Dosen mendukung gerakan mahasiswa yang menuntut transparansi pungutan dari Pihak Dekan Teknik UMK.
Berita hari ini, Moch Asiddieq, Dekan Teknik yang diduga pelaku utama pungutan liar uang mahasiswa mengundurkan diri sebagai Dekan dan menjadi dosen biasa.
Kasus yang menimpa mahasiswa UMK Kota Kendari menjadi catatan panjang pungutan liar dalam dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara.
Kasus pungutan liar dalam dunia pendidikan terjadi dimana-mana dengan modus yang berbeda-beda. Pertama, Modus pungutan liar dalam pengambilan ijazah. Kasus pertama terjadi di Kampus Universitas Haluoleo, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Beberapa alumni FISIP mengungkapkan setiap mahasiswa yang mengurus surat keterangan diharuskan membayar Rp. 30.000 rupiah saat meminta tanda tangan Dekan FISIP.
Kasus kedua dalam hal pungutan liar dalam pengambilan ijazah menimpa alumni SMAN 1 Pasir Putih, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna Barat. Oknum Kepala Sekolah dan Guru mewajibkan setiap alumni untuk membayar Rp.150.000 saat pengambilan ijazah pada tahun 2017 lalu. Kasus ketiga terjadi di SMAN 1 Kodeoha, Kelurahan Mala-mala, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara. Kepala Sekolah mewajibkan setiap siswa yang mengambil ijazah dengan pungutan sebesar Rp. 100.000 per ijazah. Kasus keempat terjadi di SMA 2 Kota Kendari. Setiap siswa diwajibkan membayar Rp. 60.000 pada saat pengambilan surat keterangan hasil ujian.
Bukan hanya antara siswa dengan pihak sekolah, melainkan antara siswa dengan Dinas Pendidikan. Pungutan liar terjadi di Dinas Pendidikan Kabupaten Muna yang melibatkan dua orang PNS dalam hal pengurusan ijazah SD yang hilang, tanda tangan dan stempel dihargai sebesar Rp. 100.000.
Modus kedua dalam pungutan liar dilakukan pendidikan terhadap siswa adalah dengan cara menabung. Kasus terjadi di MTSN 01 Baubau, Buton. Setiap siswa diwajibkan menabung Rp.2.000 per hari. Uang hasil tabungan anak-anak itu bukannya menjadi hak si anak, melainkan akan dijadikan milik sekolah.
Modus ketiga dalam bentuk pungutan uang komite. Kasus pertama terjadi di SMA 2 Kendari. Setiap siswa diwajibkan membayar uang komite sebesar Rp.390.000 per semester atau sebesar Rp. 780.000 per tahun. Kasus uang komite dipersoalkan orang tua siswa, karena anak dikeluarkan dari sekolah jika tak mampu membayar. Kasus kedua terjadi di SMA 01 Wawotobi, Kabupaten Konawe. Setiap siswa diharuskan membayar Rp.250.000 per semester, padahal diluar dari kesepakatan dari orang tua siswa.
Modus keempat dalam bentuk pungutan uang buku. Kasus terjadi di SMPN 14 Kota Kendari. Seorang guru mewajibkan setiap siswa untuk membeli buku ringkasan sebesar Rp. 30.000. Kasus ini membuat Kepala Sekolah, La Andi Pante menegur oknum guru tersebut.
Kasus pungutan liar dalam dunia pendidikan tidak hanya menimpa anak didik dengan pendidik, melainkan terjadi juga antara pendidik dengan atasannya. Kasus pertama dalam hal pungutan liar sertifikasi guru terjadi di Dinas Pendidikan Konawe Selatan. 5 orang oknum Dinas Pendidikan diciduk POLRES karena terbukti melakukan pungutan liar terhadap guru sebesar Rp. 51 juta. Kasus Kedua terjadi di Dinas Pendidikan Kolaka Utara. sebanyak 586 guru diwajibkan membayar dalam proses pengurusan sertifikasi guru.
Modus kasus pungutan liar antara pendidik dengan atasan terjadi juga di Kabupaten Muna. Kasus berupa fee dana Biaya Operasi Sekolah (BOS). Seorang oknum PNS Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara ditangkap tim saber pungli setelah melakukan pungutan liar terhadap Kepala Sekolah Muna sebesar Rp.62.100.000.
Modus pungutan liar bermacam-macam di tingkat Sekolah hingga Perguruan Tinggi di Sulawesi Tenggara. Modus pungli antara anak didik dengan pendidik berupa modus pungutan biaya SKL, modus pungutan biaya ujian, modus pungutan biaya pengambilan ijazah, modus tabungan sekolah, modus uang buku, modus uang komite tanpa sepengetahuan orang tua siswa. Sedangkan modus pungli antara pendidik dengann atasan berupa modus pungutan biaya sertifikasi guru dan modus fee dana bos.
Modus pungli dalam dunia pendidikan diatas hanyalah kasus yang terungkap ke publik. Kasus yang tidak terungkap tentunya sangat banyak dalam dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara. Dunia pendidikan sebagai tempat pembentukan karakter anak didik sebagai generasi penerus bangsa harusnya menjadi ruang pendidikan anti korupsi. Oleh karena itu, Satgas anti pungli Sulawesi Tenggara harus lebih aktif mengawasi perilaku koruptif tenaga pendidik dan Dinas Pendidikan di Sulawesi Tenggara. Selain itu, Kementerian Pendidikan RI harus menerapkan secepatnya sistem pendidikan anti korupsi terhadap tenaga pendidik, agar tidak melahirkan generasi perusak bangsa kedepan..
Sumber
https://zonasultra.com/setelah-didemo-dekan-fakultas-teknik-umk-mengundurkan-diri.html
http://detiksultra.com/2018/01/20/delapan-dosen-umk-kompak-mengandurkan-diri/
https://zonasultra.com/pengurusan-suket-alumni-fisip-uho-sarat-pungli.html
https://zonasultra.com/kepsek-sman-1-pasir-putih-pungli-saat-pengambilan-ijazah-alumni-datangi-dikbud-sultra.html
https://zonasultra.com/suruh-siswa-membayar-saat-ambil-ijazah-kepala-sman-1-kodeoha-dituding-pungli.html
http://yaroniangkanews.blogspot.com/2016/07/pengambilan-izajah-sma-2-kendari-patok.html
sultrakini.com/berita/diduga-ada-pungli-berkedok-tabungan-di-mtsn-1-baubau
https://tegas.co/sman-2-kendari-kutip-rp-390-ribu-per-semester-kepada-siswa/
https://sultrakini.com/berita/sman-01-wawotobi-lakukan-pungli
http://sultrademo.co/2017/11/14/diduga-lakukan-pungli-guru-smp-14-kendari-diberi-teguran/
https://zonasultra.com/diduga-ada-pungli-pengurusan-sertifikasi-guru-di-kolut.html
tipidkorpolri.info/publikasi-dan-berita-pers/ott-pns-diknas-provinsi-sulawesi-utara-oleh-tim-saber-pungli/
Sunday, January 21, 2018
Arsitektur Rumah Tradisional Sulawesi Tenggara
![]() |
| Rumah Panggung Sekitar Pelabuhan Kota Kendari. Sumber Koleksi Museum Kendari |
![]() |
| Rumah Panggung Warga Sekitar Sodoha Pada Tahun 1928 |
![]() |
| Rumah Panggung Warga Blimi Di Wariti, Kabupaten Buton Pada Tahun 1930 |
![]() |
| Rumah Panggung Warga Mekongga, Kabupaten Kolaka Pada Tahun 1930 |
Sumber
http://syaiful-mansyur.blogspot.co.id/2011/11/foto-kendari-tempo-doeloe-th1928.html
http://amincheny.blogspot.co.id/2016/05/galery-foto-suawesi-tenggara-tempo-dulu.html
https://health.detik.com/read/2014/12/26/090741/2787476/763/alas-tidur-yang-seperti-ini-bisa-cegah-sakit-punggung
https://manfaat.co.id/manfaat-rumah-panggung
Saturday, January 13, 2018
Krisis Pangan, Junk Food dan Bank Makanan Di Kota Kendari
Beberapa hari terakhir, kita dihebohkan dengan berita impor beras yang akan dilakukan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, sebanyak 500.000 ribu ton. Impor dianggap mendesak untuk menjaga kestabilan harga di pasaran yang mulai merangkak naik Rp. 2000 per Kg.
Namun, dibalik itu tidak sedikit warga sampai politisi yang memprotes kebijakan tersebut, karena dianggap akan mematikan produksi petani lokal dan menguntungkan para kartel pangan.
Beberapa hari terakhir juga, kita dihebohkan dengan gerakan warga berbagai negara yang mengakibatkan kerusuhan. Penyebabnya tidak lain, krisis pangan seperti yang terjadi di Venezuela, Iran dan Tunisia.
Venezuela dan Iran yang terkenal sebagai penghasil minyak terbesar di dunia, ternyata mampu tumbang dan mengalami krisis pangan. Warga mulai menjarah toko-toko diberbagai kota di Venezuela. Begitupun di Iran, Warga turun ke jalan disebabkan harga sembako yang naik.
Kita kemungkinan mengalami ketakutan itu, terjadi kenaikan harga pangan di tahun politik yang berpotensi menimbulkan kekacauan dalam negeri.
Selain dari krisis pangan, Bulan oktober 2017 lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengidentifikasi pangan jajanan anak banyak tidak higienis di Kota Kendari. Jajanan anak banyak mengandung zat pewarna dll (lenterasultra.com). Makanan yang tidak sehat itu biasa disebut Junk Food atau makanan sampah.
Pemerintah Kota Kendari dalam hal ini Wakil Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir menyatakan di media radar investigasi bahwa mendukung hadirnya program dalam mengatur jajanan sehat yang di komsumsi anak-anak sekolah di Kota Kendari.
Jadi, persoalan pangan bukan hanya berbicara pangan yang bergizi tapi krisis pangan yang mengancam anak-anak di Kendari.
Belajar Dari Pengalaman
Salah satu kelompok yang berusaha mengatasi krisis pangan dan makanan higienis dan bergizi untuk anak dilakukan oleh London Food Bank.
Menurut Koordinator Food Bank London, Mary Ann McDowell, Harga makanan semakin hari semakin tinggi dan tidak terjangkau disana, bahkan diperkirakan akan meningkat sampai 1-3 persen pada tahun 2018 mendatang.
Komunitas Food Bank London telah melayani hampir 3.500 rumah tangga perbulan. Dengan cara mengidentifikasi setiap anggota keluarga yang kurang mampu dan berpenghasilan rendah danlalu diberi makanan gratis yang sehat.
Hal yang sama dilakukan sosiolog asal Filipina Maria Fides F. Bagasao sesui dengan liputan media rappler. Dia melihat negaranya selalu dihantam bencana Topan Yulanda dan ribuan warga terancam kelaparan.
Fides belajar dari bank makanan di Korea Selatan. Dimana bank makanan untuk warga yang kurang beruntung dijaringkan dengan restoran, toko bahan makanan, toko serba ada, dan pihak swasta yang dianggap mampu mengatasi kelaparan warga.
Bank makanan yang didirikan berbasis masyarakat. menjalankan operasi sehari-hari. Selain memastikan pasokan terpenuhi, sistem juga memastikan makanan yang didistribusikan bersih dan bergizi.
Bank makanan berbasis masyarakat tidak melakukan apa-apa selain menyumbangkan waktu, usaha, tenaga kerja, makanan, dan uang tunai dari sukarelawan, penyelenggara komunitas, dan sektor swasta.
Kemudian, di tengah Krisis Keuangan Asia, pemerintah Korea Selatan mulai mendukung, mendanai, dan berpartisipasi dalam sistem makanan bank.
Penerima manfaat termasuk anak yatim piatu, penyandang cacat (penyandang cacat), orang tua, tunawisma, pengangguran, dan korban bencana alam.
Menurut Fides, Saat ini, ada lebih dari 400 bank makanan di seluruh Korea Selatan yang didukung oleh anggaran belanja pemerintah setempat.
Hal itulah yang mendorong Fides untuk mendirikan sebuah bank makanan di Filipina, yang dinamakan DSWD The Department Of Social Welfare And Development. Dengan Visi memiliki bank makanan yang dikelola masyarakat dengan kemitraan yang diperkuat dengan organisasi masyarakat, keluarga, donor swasta, dan relawan masyarakat berbasis masyarakat.
Komunitas di Indonesia
Sebenarnya saya pernah melihat aksi anak muda dalam melakukan kegiatan berbagi makanan di media sosial. Nama lembaganya berbagi nasi. bahkan kalau tidak salah banyak juga anak-anak Kendari yang tergabung dengan lembaga tersebut. Tapi entah, sistematis seperti yang terjadi di London, Filipina dan Korea Selatan.
Di Jakarta, kelompok yang biasa menginisiasi kegiatan berbagai makanan ketika terjadi bencana alam banjir dipelopori oleh anak muda kelas tengah yang biasa menamakan diri "ODOSMOV". Model mereka tidak jauh berbeda dengan berbagi nasi, dengan mengharapkan sumbangan donor orang-perorang untuk disumbangkan ke warga yang membutuhkan.
Kembali ke Kebijakan Pemerintah Kota Kendari terkait pengawasan jajanan sehat. Saya kira anak tidak hanya butuh jajanan sehat tetapi juga penting untuk menciptakan ketahanan pangan untuk semua, mengingat kita terus diintai dengan krisis pangan.
Model yang ditawarkan Food Bank berbasis komunitas di London, Korea Selatan, Filipina danatau yang dilakukan anak-anak Indonesia seperti berbagai nasi dan odosmov bisa dikembangkan dengan cara sistematis dan bersifat jangka panjang di Kota Kendari.
Mari sediakan generasi penerus dan warga yang kurang beruntung pangan yang sehat...
Sumber Data
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3812672/cerita-di-balik-keputusan-pemerintah-impor-beras-500000-ton
https://www.rappler.com/move-ph/issues/hunger/48031-lessons-south-korea-food-banks
https://www.westerngazette.ca/news/more-students-accessing-the-london-food-bank/article_b97b514e-f5dd-11e7-bc1d-63abff1ffeec.html
https://sekilaskendari.blogspot.co.id/2017/12/jangan-buang-makananmu.html
https://sekilaskendari.blogspot.co.id/2018/01/kegagalan-mengelola-ekonomi-kembali.html
https://sekilaskendari.blogspot.co.id/2018/01/penyebab-kenaikan-harga-minyak-tahun.html
https://sekilaskendari.blogspot.co.id/2018/01/penyebab-demonstrasi-bentrokan-di-iran.html
https://odosmov.wordpress.com/
http://www.berbaginasi.com/
Netizen Ragukan Walikota Bisa Mengubah Wajah Kota Kendari
| Sumber ; Grup Facebook Sultrawatch |
Sebuah postingan gambar di grup sultra watch yang diupload akun facebook La Ode Wangkaroni dengan judul "Kota Kendari Kapan??". Dia menampilkan foto Walikota Semarang mengubah jalur transportasi menjadi trotoar dan publik space di kawasan Kota lama Semarang.
Melihat postingan itu, netizen kurang merespon dengan baik, dan meragukan kemampuan Walikota terpilih, Adriatma Dwi Putra mengubah wajah Kota Kendari seperti yang dilakukan Walikota Semarang.
Akun Mandonga Mandonga berkomentar' "Nanti kapan kapan"
Akun Laodewero Wero "Tahun gajah pi baru akan ada"
Akun Kimy Apriliana "Kiamat pi"
Akun Fadly Bryges "Seandainyaa kalian pilih Abdul Rasak Dulu, mungkin begini kendari"
| Komentar Netizen di FB Sultra Watch |
Beberapa netizen juga berkomentar terkait Kota lama Kendari yang sudah rata dengan tanah. Mengingat foto yang ditampilkan La Ode Wangkoroni tepat di kawasan kota lama Semarang.
Akun Adnin Yasir mengatakan " Edededeh bicara kota lama itu. Kita lamanya sudah dihancurkan !!!"
Begitupun Akun Riski Kurniawan "Kota Lama Kendari ???. Sudah rata mii"
Namun, ada juga netizen tetap optimis dengan kepemimpinan Walikota terpilih, Adriatma Dwi Putra yang bisa mengubah wajah Kota Kendari kedepan.
Akun Achbar Alamsyah mengatakan "Pendapatan daerahnya mereka banyak. Wajar kalau pembangunannya mantap. Sabarmi Kendari akan menyusul"
Saya juga secara pribadi tidak meragukan kemampuan Walikota terpilih, mengingat dia alumni teknik salah satu universitas terkenal di Bandung. Otomatis banyak bersentuhan dengan ahli tata kota handal seperti Ridwan kamil dan lainnya. hehe
Apalagi melihat perkembangan pejalan kaki semakin meningkat dilihat dari jumlah warga yang melakukan melakukan jalan kaki di taman Walikota setiap hari minggu, bukan hal mustahil dilakukan Walikota Kendari kedepan.
Berikut beberapa wajah kota dunia yang mengubah jalur transportasi menjadi jalur pejalan kaki dan ruang publik. Sumber foto dari beberapa akun netizen yang tercecer :
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kebijakan dan Dampak Virus Corona di Indonesia
Ilustrasi Kekuatan ekonomi China sangat luar biasa di dunia saat ini. Kebangkitan ekonomi China bahkan mengalahkan Amerika Serikat. ...
























