Showing posts with label Pangan. Show all posts
Showing posts with label Pangan. Show all posts

Tuesday, February 4, 2020

Kebijakan dan Dampak Virus Corona di Indonesia

Ilustrasi

Kekuatan ekonomi China sangat luar biasa di dunia saat ini. Kebangkitan ekonomi China bahkan mengalahkan Amerika Serikat. Namun dengan adanya virus corona memberikan sedikit catatan untuk 2020, situasi ekonomi China pasti akan mengalami pertumbuhan melambat. Tahun 2019 lalu, pertumbuhan mencapai 6% bisa turun menjadi 5% pada tahun 2020 ini.

Salah satu mitra kuat China adalah Indonesia. Dengan adanya virus corona tentunya akan mengakibatkan hubungan kedua negara tidak semulus yang diperkirakan dan akan mengganggu banyak hal. 

Pemerintah Indonesia melalui pertemuan beberapa menteri memutuskan ; pertama, Pelarangan dan pengetatan impor pangan dari China ke Indonesia. Melalui Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di media kompas tv mengatakan akan memperketat impor pangan berupa buah-buahan dan sayur-sayuran dari China ke Indonesia. Salah satu produk pertanian yang besar dari China berupa bawang putih yang nilainya mencapai 90% bersumber dari China. Selain itu, Impor jeruk mandarin dan berbagai makanan lainnya.

Menteri Perikanan dan Kelautan, Edhy Prabowo juga demikian. Menginstruksikan untuk menolak binatang hidup dari China. Impor sektor perikanan sangat tinggi dari China yang nilainya mencapai 4 triliun tahun 2018 dan meningkat setiap tahunnya. Jenis perikanan yang berasal dari China berupa ikan, cumi, moluska dan sebagainya. Selain itu, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menginstruksikan pelarangan impor hewan hidup berupa kura-kura, ular dan hewan reptil lainnya. 

Keputusan kedua, Pembatasan warga negara china masuk ke Indonesia begitupun sebaliknya. Adapun turunannya yakni 1). Penghentian bebas visa bagi negara China masuk Indonesia. Melalui Menlu Retno, Pemerintah menghentikan semua visa dan visa on arrival warga China. 2). Pemerintah memutuskan pendatang dari China tidak diperkenangkan masuk dan tansit di Indonesia. Pendatang yang dilarang masuk adalah mereka yang telah tinggal selama 14 hari di China. 3). Semua penerbangan dari dan ke China - Indonesia dihentikan mulai hari rabu kemarin.4). Mengevakuasi sebanyak 243 warga Indonesia yang berada di China. lagi tahap observasi di Natuna sekarang.5). Seluruh warga negara Indonesia dilarang berkunjung ke negara China untuk sementara waktu.

Kebijakan pelarangan impor dan keluar masuknya warga China di Indonesia tentunya memberikan konsekuensi terhadap perekonomian Indonesia. Beberapa sektor yang akan terdampak yakni pertama, sektor perdagangan ekspor impor. sebanyak 16 persen ekspor Indonesia ke China, begitupun sebaliknya sebanyak 30 persen impor Indonesia dari China.

Kedua, Sektor investasi. Investasi China terhadap pertambangan cukup tinggi. bukan hanya itu, pekerja China yang beraktivitas di Indonesia kurang lebih 40.000 orang yang tersebar di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Jawa dll. Ketiga, Sektor Pariwisata. Wisatawan China terbesar kedua di Indonesia setelah Malaysia. Dari Januari - Juni 2019 saja sebanyak 1,05 juta orang atau rata-rata 175.000 orang per bulan. Namun jika virus corona tidak diantisipasi maka wisatawan dari negara lain enggan berkunjung juga ke Indonesia. Keempat, China salah satu pemasok minyak terbesar dari Indonesia sebesar 20 persen. dan lainnya.

Intinya Indonesia harus waspada dan jangan sampai Virus Corona masuk ke Indonesia. karena kalau virus corona ada, pasti akan berdampak lebih parah terhadap sektor pariwisata dan lainnya. Negara lain diluar China pasti akan berhati-hati berkunjung dan kerjasama dengan Indonesia kedepan.

begitu kura-kura

data dari berbagai sumber

Monday, February 3, 2020

UPDATE KENDARI 3 FEBRUARI : CORONAVIRUS


Update korban coronavirus per 3 februari yang terinfeksi mencapai 21.558 orang. Jumlah orang dikarantina mencapai 189.583 orang. Korban yang meninggal dunia 361 orang dan korban yang sembuh 475 orang. 

Pola penyebaran coronavirus di China tersebar di 31 Provinsi berdasarkan data per 01 Februari 2020, yakni terbesar di Hubei 9.074 kasus, Zhejiang 661 kasus, Guangdong 604 kasus, Henan 493 kasus, Hunan 463 kasus, Haenan 493 kasus, Jiangxi 333 kasus, Anhui 340 kasus. Lainnya di Beijing 183 kasus, Shanghai 177 kasus,  Tianjin 45 kasus, Chingqing 262 kasus, Shandong 225 kasus, Sichuan 231 kasus, Yunnan 99 kasus, Shanxi 56 kasus, Fujian 159 kasus, Liaoning 64 kasus, Hainan 64 kasus, Guiszhou 38 kasus, Guangxi 111 kasus, Ningxia 28 kasus, Hebei 104 kasus, Jiangsu 236 kasus, Heilongjian 95 kasus, Shaanxi 116 kasus, Gansu 40 kasus, Inner Mongolia 27 kasusu, Qinghai 11 kasus dan tibet 1 kasus dll.

Pola penyebaran berbagai negara data 3 Februari, tersebar di 26 Negara dengan total terjangkit 186 orang, yakni terbesar di Jepang 20 kasus, Thailand 18 kasus, Singapore 18 kasus, Korea Selatan 15 kasus, Hongkong 15 kasus, Australia 12 kasus, Amerika Serikat 11 kasus, Germany 10 kasus, Taiwan 10 kasus. Lainnya di Macau 8 kasus, Malaysia 8 kasus, Vietnam 8 kasus, France 6 kasus, United arab 5 kasus, Kanada 4 kasus, India 3 kasus, Philipina 2 kasus, Russia 2 kasus, Inggris 2 kasus, Kambodia 2 kasus, Finlandia 1 kasus, Nepal 1 kasus, Spanyol 1 kasus, Sri lanka 1 kasus dan swedia 1 kasus.  

Pasien coronavirus yang meninggal dunia terbanyak di Hubei 294 orang, Heilongjang dan henan masing-masing 2 orang, Beijing Shanghai Jiangxi Hunan Hebei masing-masing 1 orang. 

Dari hasil analisis kami, tingkat kematian pasien dapat dilihat dari jumlah warga yang terjangkit dan meninggal dunia. Total orang yang terjangkit 21,558 orang dan jumlah orang meninggal 361 orang per 2 februari. Jadi tingkat kematian 21.558 orang ; 361 orang = 60 orang, Artinya dari 60 orang yang terjangkit, 1 orang diantaranya meninggal dunia.

Pasien coronavirus yang sembuh sebanyak 328 orang yang tersebar di China yakni terbesar di Hubei sebesar 215 orang, Jiangxi Guangdong dan Zhejiang masing-masing 10 orang sembuh tiap provinsi, kota provinsi lain hanya mampu sembuhkan 1-6 orang.

Analisa kami terkait tingkat kesembuhan pasien dapat dilihat dari jumlah warga yang terjangkit coronavirus. Total orang yang terjangkit hingga 2 Februari sebanyak 21,558 orang, dan jumlah orang yang sembuh 475 orang. Jadi tingkat kesembuhan 21,558 orang : 475 orang = 45 orang, Artinya dari 45 orang yang terjangkit 1 orang diantaranya dapat disembuhkan.

Sunday, February 2, 2020

Tingkat Kesembuhan Dan Kematian Coronavirus


Analisa ini berlaku jika belum ditemukan vaksin coronavirus. Pertama, Tingkat kesembuhan pasien dapat dilihat dari jumlah warga yang terjangkit coronavirus. Total orang yang terjangkit hingga 2 Februari sebanyak 21,558 orang, dan jumlah orang yang sembuh 475 orang. Jadi tingkat kesembuhan 21,558 orang : 475 orang = 45 orang, Artinya dari 45 orang yang terjangkit 1 orang diantaranya dapat disembuhkan.

Kedua, tingkat kematian pasien dapat dilihat dilihat dari jumlah warga yang terjangkit dan meninggal dunia. Total orang yang terjangkit 21,558 orang dan jumlah orang meninggal 361 orang per 2 februari. Jadi tingkat kematian 21.558 orang ; 361 orang = 60 orang, Artinya dari 60 orang yang terjangkit, 1 orang diantaranya meninggal dunia.

Kami ulangi tingkat kesembuhan pasien coronavirus, dari 45 orang yang terjangkit dapat disembuhkan 1 orang diantaranya. Begitupun tingkat kematian dari 60 orang yang terjangkit maka 1 orang pasti meninggal dunia.


Melihat tren  sampai 9 februari 2020, pasien terinfeksi akan meningkat mencapai 82,469 orang. Dengan tingkat kematian mencapai 1.374 orang dan orang mampu sembuh mencapai 1.833 orang.

Friday, January 31, 2020

Update Kendari 31 Januari : Wuhan Coronavirus Outbreak




Update coronavirus data per 31 Januari berikut:
  • Meninggal dunia 44 orang. jadi total meninggal 259 orang.
  • Konfirmasi terinfeksi 1,271 orang. jadi total 11,953 orang.
  • Sakit parah 452 orang. Jadi total 1,795 orang.
  • Terinfeksi meningkat 5,821 orang. jadi total terinfeksi 17,988 orang 
  • Jika kita jumlah yang konfirmasi + terinfeksi + sakit parah = 31,574 orang
  • Total warga yang dikarantina meningkat 48,294 orang,  dari 88,693 orang menjadi 136,987 hari ini.
  • Total orang yang mampu disembuhkan makin meningkat juga sebanyak 72 orang, kemarin 47 orang, Jadi total warga yang mampu disembuhkan 243 orang.
  • Penyebaran virus bertambah ke 4 negara baru. Jadi total negara yang terinfeksi 27 Negara.


Namun saya mendapati beberapa berita media luar, banyak sekali orang meninggal di jalan-jalan Ibukota Wuhan. dan kemungkinan tidak terdata.

Masalah lain, Sebagian besar negara di dunia saaat ini, menjadi negara Anti- China, seharusnya mereka memberi bantuan, malah yang terjadi sebaliknya.

Kejadian Berbagai Negara
Kasus coronovirus terjadi pertama kali di Inggris dan Rusia.  Melalui Pemerintah setempat mengkonfirmasi bahwa telah terjadi coronavirus pertama. Begitupun kasus pertama terjadi di Swedia dan Spanyol.

Kasus coronavirus yang makin bertambah di berbagai negara. Pemerintah Amerika Serikat mengemukakan telah terjadi kasus yang ke tujuh di negara tersebut. Kali ini kasus ditemukan di Santa Clara County, California.

Begitupun di Kanada, Kasus coronovirus yang keempat telah terjadi. Pemerintah Thailand mengonfirmasi kasus ke 5, namun kasus penularan dari manusia ke manusia terjadi pertama kali, dari sorang sopir taksi lokal, sehingga jumlah kasus yang terjadi di Thailand menjadi 19 orang.

Kebijakan Pemerintah China
Para ahli kesehatan di China memperingatkan wargnya bahwa pasien coronavirus dapat terinfeksi kembali walau sudah sembuh. Selain itu, Pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan memulangkan warga Wuhan ke rumah masing-masing.

Kebijakan Pemerintah Berbagai Negara
Pertama, Pemerintah Rusia mengumumkan penutupan perbatasan China dan akan diperpanjang sampai tanggal 1 maret 2020.  Kedua, Pemerintah Vietnam mengumumkan penutupan 9 titik perbatasan yakni Tan Thanh, Chi Ma, Coc Nam, Binh Nghi, Po Nhung, Ban Chat, Co Sau, Na Hinh dan Na Nua. Penutupan akan dilakukan mulai 31 Januari sampai 8 februari. Ketiga, Pemerintah Makau mengumumkan akan menutup sekolah dan memberikan pelajaran melalui dunia internet.  Keempat, Pemerintah Singapura akan menutup semua perbatasan untuk semua warga negara China agar tidak terjadi penyebaran coronavirus.

Kelima, Pemerintah Hong Kong memperpanjang hari libur anak sekolah hingga 2 maret dan meminta warga yang telah mengunjungi Wuhan, Hubei China untuk dikarantina dalam waktu 14 hari. Untuk pegawai Negeri dapat melakukan pekerjaan di rumah hingga tanggal 09 Februari.

Keenam, LOT Polish Airlines, maskapai penerbangan Polandia membatalkan semua penerbangan ke China hingga 9 februari. Ketujuh, Penerbangan Deltra Airline yang berpusat di Atlanta Georgia membatalkan semua penerbangan ke China. Kedelapan, Begitupun dengan American Airlanes menghentikan semua penerbangan ke China.  United Airline juga begitu, kecuali penerbangan San Francisco ke Hongkong.

Kesembilan, Pemerintah Italia mengumumkan keadaan darurat terhadap coronavirus. Kesepuluh, Uni Eropa pertama kalinya menggelontorkan dana 5 juta uero untuk membantu mengatasi coronavirus.

Kesebelas, Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat akibat coronavirus. Kebijakan yang dikeluarkan dengan menutup semua akses warga asing masuk AS yang akan menimbulkan ancaman penularan virus. Warga yang sudah berkunjung ke China khusus pusat wabah di Hubei  akan dikarantina selama 14 hari, di pangkalan udara di California. Kedua belas, Pemerintah Irak akan menjaga ketat bandara Internasional Basra, semua penumpang yang pernah bepergian ke China dilarang masuk ke Irak.

Maskapai yang membatalkan penerbangan dari dan ke Negara China sebanyak 44 maskapai yakni : Air Astana, Air Canada, Air France, Air India, Air KBZ, Air New Zealand, Air Seoul, Air Tanzania, American Airlines, Asiana Airlines, Austrian Airlines, British Airways, Cathay Pacific, China, Airlines, Delta Air Lines, El Al, EVA Air, Fiji Airways, Finnair, Hong Kong Airlines, Iberia, IndiGo, Jetstar Asia, KLM, Kenya Airways, Lion Air, LOT Polish Airlines, Lufthansa, MIAT Mongolian Airlines, Myanmar Airways International, Myanmar National Airlines, Royal Brunei Airlines
RwandAir, Scandinavian Airlines, SCAT Airlines, Scoot, Singapore Airlines, SkyUp, Swiss International Air Lines, Turkish Airlines, Ukraine International Airlines, United Airlines
Ural Airlines, Virgin Atlantic.

Sumber data Wikipedia.

Thursday, January 30, 2020

Update Kendari 30 Januari : Wuhan Coronavirus Outbreak



Update data coronavirus per 30 Januari yakni pertama, total pasien meninggal dunia 214 orang, bertambah 43 orang hari ini. Kedua, Konfirmasi orang yang terinfeksi sebanyak 9.821 orang, hanya 1.271 yang terinfeksi dan mengalami perbaikan dibandingkan kemarin mencapai 1.797 orang. Ketiga, Sakit parah akibat virus tetap 1.370 orang dan terinfeksi 12.167 orang, sama dengan data 29 januari. Keempat, Total warga yang dikarantina 88,693 orang. Kelima, Total orang yang mampu disembuhkan hanya 124 orang. Keenam, Coronavirus telah menyebar di 23 Negara dan seluruh Provinsi di China. Nampaknya mengalami perbaikan dalam hal korban terinfeksi. Namun untuk korban meninggal dunia makin meningkat dibandingkan kemarin dari 38 orang menjadi 43 orang. 

KEJADIAN BERBAGAI NEGARA

Kejadian berbagai negara bermacam-macam yakni pertama, Pemerintahan Tibet telah mengkorfimasi kasus pertamanya yang sebelumnya hanya dugaan. Kedua, Pemerintah Indoa telah mengkongfirmasi kasus pertama coronavirus terhadap seorang siswa yang baru pulaang dari Universitas Wuhan. Ketiga, Pemerintah Filipina mengkonfirmasi kasus pertamannya pada seorang wanita Tionghoa yang tiba di Manila pada tanggal 21 Januari. Keempat, Pemerintah Malaysia mengkonfirmasi satu kasus jadi total yang terinfeksi menjadi delapan orang. Kelima, Pemerintah Singapura mengkonfirmasi tiga kasus baru sehingga total yang terinfeksi menjadi 13 orang. Keenam, Pemerintah Korea Selatan mengkonfirmasi dua kasus baru, salah satu kasus dari penularan antar manusia

Ketujuh, Pemerintah Vietnam mengkonfirmasi tiga kasus baru sehingga total menjadi 5 orang. ketiganya terinfeksi ketika melakukan perjalanan pelatihan di Wuhan. Kedelapan, Pemerintah Prancis mengkonfirmasi kasus keenamnya. Kesembilan, Pemerintah Italia melalui perdana menteri, Giuseppe Conte, mengkonfirmasi dua kasus pertama korban coronavirus. Kesepuluh, Pemerintah Jerman mengkonfirmasi kasus kelima. Seorang karyawan perusahaan dan empat kasus sebelumnya dipekerjakan di perusahaan tersebut. 
Kesebelas, Pemerintah Amerika Serikat mengkonfirmasi kasus keenam, dari pasangan pasien yang sudah terinfeksi sebelumnya di Chicago. Kasus pertama di AS penularan antara manusia. Terakhir, Penyebaran telah terjadi 31 provinsi di China. 

KEBIJAKAN PEMERINTAH BERBAGAI NEGARA

Kebijakan Pemerintah berbagai negara yakni Pertama, Pemerintah Vietnam menutup lalu lintas udara dengan Cina. Kementerian untuk sementara waktu berhenti mengeluarkan visa kepada warga Tiongkok di dalam wilayah epidemi. Selain itu, penyeberangan di gateway, bandara, pelabuhan ditempatkan di bawah pengawasan yang lebih tinggi, dengan pemantauan ketat dan pemeriksaan kesehatan, diterapkan untuk manusia dan barang-barang serta pelarangan penyebrangan terhadap satwa liar dan turunannya. 

Kedua, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte menyatakan dalam konferensi pers bahwa, Italia telah menutup semua lalu lintas udara dari dan ke negeri China. Ketiga, Kantor Penghubung antara dua Korea di kota perbatasan Kaesong ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan untuk mengantisipasi penyebaran virus. Keputusan itu dibuat setelah negosiasi antara perwakilan kedua negara tadi pagi pada 30 Januari, diinformasikan oleh Kementerian Korea Selatan. 

Keempat, Singapura mengumumkan bahwa setiap rumah tangga akan menerima bantuan masker mulai dari 1 Februari. Kelima, Pesawat Udara dan Laut dari Prancis membatalkan semua penerbangan ke daratan Cina hingga 9 Februari. Keenam, Rusia mengumumkan pembatasan perjalanan kereta api dengan Cina, sehingga hanya kereta langsung antara Moskow dan Beijing yang tersisa.

Ketujuh, Pemerintah Amerika Serikat memberikan wewenang kepada seluruh staf diplomatik untuk mengevakuasi keluarganya yang berada di China. Kedelapan, Menteri luar negeri Inggris Dominic Raab mengungkapkan bahwa penerbangan darurat yang berisi sekitar 120 warga Inggris dari Wuhan yang ditunda 24 jam, dijadwalkan mendarat di RAF Brize Norton pada Jumat pagi, di mana para penumpang akan dibawa ke Wirral untuk karantina selama dua minggu. Kesembilan, WHO melalui Tedros Adhanom seperti dikutip dari kompas.com (31/01) mengumumkan darurat international. Hal ini bukan berarti tidak mempercayai China mampu mengendalikan wabah. Tetapi mengkhwatirkan menyebar ke negara-negara yang sistem kesehatannya lemah.

Wednesday, January 29, 2020

Update Kendari 29 Januari : Wuhan Coronavirus Outbreak


Update novel coronavirus data 29 Januari
  • Meninggal Dunia 170 orang
  • Terinfeksi virus 12.167 orang
  • Sakit parah 1.370 orang.
  • Konfirmasi terinfeksi 7.771
  • Total warga yang karantina 88 juta.
  • Telah menyebar ke 19 Negara 

Korban Coronavirus yang terinfeksi dan meninggal dunia update 29 januari

Perkembangan berbagai negara : 
  1. Tibet melaporkan dugaan kasus novel coronavirus pertamanya, dan kemudian menyatakan darurat kesehatan setiap Provinsi
  2. Pemerintah Arab mengkonfirmasi kasus pertamanya.Tak lama setelah itu mengokofirmasi lagi empat orang dari keluarga China yang terinfeksi. 
  3. Findlandia melaporkan kasus pertama di Lapland
  4. Singapura mengkofirmasi tiga kasus baru, sehingga total yang terinfeksi sebanyak 10 orang. 
  5. Pemerintah Malaysia mengkorfimasi tiga kasus baru, sehingga total yang terjangkit sebanyak 7 orang. 
  6. Pemerintah Jepang memiliki 8 kasus baru, pemandu bus wisata salah satunya yang dilaporkan 28 Januari.3 kasus baru di Jepang. 
  7. Pemerintah Prancis mengkonfirmasi kasus ke lima, seorang putri turis china yang terinfeksi
  8. Pemerintah Brasil  melaporkan total 6 kasus yang dicurigai di negaranya.
  9. Kasus pertama ditemukan di Armenia.Ditemukan pada warga negara China yang bepergian dengan tujuan wisata dari Georgia ke Armenia. Kepala Dinas Kesehatan, bagian Penyakit menular, Liana Torosyan , menyarankan agar sampel dikirim ke laboratorium Eropa, karena Armenia tidak memiliki kemampuan untuk menguji novel coronavirus tersebut. 
  10. Semua perusahaan di Hubei China dilarang beraktivitas sebelum 13 februari. Begitupun semua dunia pendidikan harus menunda pembukaan kembali sekolah. Polisi China juga menjatuhkan hukuman ke delapan delapan prajurit negaranya karena telah telah menyebarkan hoax tentang novel coronavirus di media sosial pada 1 Januari. 
Penyebaran CoronaVirus berbagai Negara

Ilmuan Australia Menemukan Novel Coronavirus


Sebuah kabar menggembirakan vaksi novel coronavirus telah ditemukan para ilmuan dari Australia. Hal itu diumumkan Doherty Institue melalui websitenya.

Rumah Sakit The Royal Melbourne, Kepala Laboratorium di Dahorty Institute Dr Julian Druce mengungkapkan terobosan yang signifikan karena diagnosis virus yang akurat secara global. 

Pemerintah Cina telah merilis genom novel coronavirus dan sangat membantu untuk dilakukan diagnosis. Sehingga kita bisa menvalidasi dan menverifikasi semua cara pengujuan dan membandingkan sensitivitas dan spesifisitas untuk mengubah virus tersebut" Kata Dr Druce.

Vaksin ini rencananya akan dugunakan sebagai bahan kontrol positif dengan jaringan laboratorium dan kesehatan masyarakat Australia, dan juga dikirim ke laboratorium ahli bekerjasama dengan WHO di eropa" lanjutnya. 

Dr Mike Catton, Wakil Direktur Doherty Institute, mengatakan bahwa vaksin akan mengisolasi virus dengan teknologi molekuler dan memerangi virus.

"Uji vaksin akan memungkinkan untuk menguji retrospektif pasien yang dicurigai untuk mengetahui seberapa luas, dan akibatnya lain dan tingkat kematian sebenarnya", Kata Dr Catton.

Virus novel coronavirus dari sampel tiba di laboratorium di Rumah Sakit Royal Melbourne di Dahorty Instititue pada hari jumat, 24 Januari. 

"Kami sudah merencanakan untuk mengantisipasi kejadian seperti selama bertahun-tahun, dan itulah mengapa kami menemukan jawaban dengan begitu cepat" Kata Dr Catton.

Dr Catton juga memuji keberhasilan laboratorium dan dinas kesehatan Australia yang bekerja secara efektif. 

"Kami sangat senang dengan keberhasilan itu dan senang bisa merespon dengan cepat penyakit itu"

Sumber :  https://www.doherty.edu.au/news-events/news/coronavirus



Sunday, December 1, 2019

PANGAN ORGANIK SULAWESI TENGGARA

Sebagian besar petani di Sulawesi Tenggara masih bercocok tanam dengan model tradisional tanpa menggunakan pestisida. Hasil pertanian yang dikelola secara seperti padi ladang di Buton dan Muna, Ubi kayu, kacang - kacangan, sagu dan lainnya. Begitupun dengan hasil bukan kayu seperti madu diolah dengan cara alami tanpa campuran zat lainya dan seterusnya.

Untuk lebih jelasnya silahkan tonton video dibawah ini :


Thursday, August 30, 2018

Orang-orang Kaya yang Mengaku Hidupnya Makin Sulit


Sambil senyum-senyum saya membaca keluh kesah kawan-kawan saya. Meski hidupnya enak, rumah besar, ada mobil, pesta pernikahan anaknya wah, bahkan ada yang memelihara hewan-hewan mahal, tetapi tak semua merasa makin kaya. Perhatian saya justru pada teman-teman yang “merasa makin miskin.” 

Well, tak ada yang mengatakan kini kehidupan jauh lebih enak. Namun ada konsekwensi dari keinginan kita yang menuntut perubahan, apalagi ini era disrupsi.  

Di sisi lain, saat tatanan ekonomi dunia chaos, selalu ada energi besar yang memicu kreativitas, bahkan mencuri kemenangan. Persis seperti tim Indonesia dalam Asian Games 2018 ini. Sometimes you win and sometimes you learn. 

Kembali ke kawan-kawan tadi. Dalam WA grup. Sama seperti Anda, kami juga membahas segala “kesulitan." Tapi belakangan saya sering bertanya, orang kaya, kok merasa hidupnya susah? 

Suka Mengatasnamakan Rakyat 
Akhirnya saya mulai sungguhan melakukan riset. Persis seperti waktu kuliah S3. Saya kelompokkan mereka berdasarkan tempat tinggal dan simbol-simbol kekayaan yang mereka pamerkan. 

Saya juga menelisik apakah mereka punya "calling" sosial atau tidak, semisal kontribusi dalam pendidikan, kesehatan, atau pembinaan anak-anak muda yang motifnya bukan kekuasaan atau kelompok identitas, melainkan yang altruistik, dengan ketulusan. 

Saya lakukan analytics kata-kata kunci yang sering sekali mereka ucapkan. Memakai semacam big data. 

Ternyata kata-kata negatif, benci pada keadaan, justru banyak dikeluarkan oleh mereka yang hidupnya, maaf, kering-kerontang atau yang terbiasa mengedepankan identitas kelompok. Padahal, sekali lagi, mereka tidak miskin. 

Sayangnya mereka juga mudah dihasut kebencian, padahal Tuhan sudah pernah memberi kesempatan sebagian mereka untuk berkuasa menjadi pejabat atau pemimpin. 

Dan yang lebih menarik lagi, mereka yang merasa hidupnya tambah susah itu, selalu terkait dengan kata “rakyat.” 

Maksud saya, mereka sering sekali mengatasnamakan rakyat. “Rakyat hidup semakin sulit,” “harga-harga yang harus dibayar rakyat terus melambung,” “daya beli turun.” Dan akhirnya “Rakyat di desa hidup merana, pekerjaan sulit.” 

Mereka membuat rakyat merasa lebih susah, padahal rakyat yang dimaksud itu harus diajarkan keluar dari perangkap kepindahan (the great shifting), supaya usahanya kembali pulih dan ekonomi tumbuh lebih tinggi lagi. 

Setiap kali melihat "rakyat susah" mereka ikut susah, tetapi hatinya tak tergerak sama sekali untuk mengulurkan bantuan, selain kata-kata. 

Sementara teman-teman saya yang justru berjiwa sosial, tidak sekalipun mengatasnamakan rakyat. 

Hartanya Naik 
Pergunjingan pun beralih ke soal harta. Sebab sewaktu nilai rupiah terdesak, kawan-kawan saya yang merasa susah itu menawarkan asetnya untuk dijual. Ya rumah, apartemen, tanah, bahkan barang-barang tertentu. 

Sama seperti Anda, saya berpikir mereka sedang butuh uang (BU), "pasti harganya turun." Ternyata mereka berkata lain. “Tidak dong. Dollar naik, harga tanah dan bangunan juga naik dong.” Ternyata mereka tidak sedang BU, tetapi mencari keuntungan juga. 

Saya semakin terkesima saat membaca twitter yang dikirim seorang anak muda tentang besarnya kekayaan calon-calon presiden dan wakil presiden. Ternyata sama saja. Besar harta mereka setahun terakhir ini naik fantastis. Tetapi dalam pernyataannya, mereka selalu mengatasnamakan rakyat dan merada hidup di sini semakin susah. 

"Rada ngga nyambung," sergah anak muda yang menulis itu di Twiter. 

The Empty Raincoat 
Hampir 20 tahun lalu, saat dunia mulai mengenal internet, Prof Charles Handy mengajak kita “making sense of the future.” Ya, mengendus masa depan. Ia menyebut fenomena ini sebagai the empty raincoat. Sebuah perasaan yang berbeda dengan realitas yang ada. 

Wajar bahwa orang-orang bingung, selalu membuat kebingungan. Kalau mereka tak kontrol mulutnya dan kebijaksanaan tak datang menemui hari tuanya, maka kesusahan akan menjadi sahabat teman-teman dan bangsanya. Sesungguhnya, orang yang banyak mengeluh adalah orang yang dikeluhkan teman-temannya. 

Ini disindir Handy dalam Paradox of Riches. Tentu orang yang semakin kaya (secara ekonomi) merasa lebih punya kontrol dan maunya lebih dan lebih banyak lagi. Tetapi celakanya, ada semakin banyak harta yang tak bisa dimiliki orang berada pada harga berapapun. 

Ekonom menyebut hal itu sebagai public goods, dan untuk menikmatinya kita harus berbagi tempat (sharing space) dengan orang lain. Anda bisa membeli mobil, tapi jalanannya harus berbagi dengan orang lain. 

Ketika perekonomian membaik dan daya beli naik, semua orang bisa memilikinya. Kini Anda harus berbagi kemacetan, bahkan ada kalanya tak bisa dipakai karena aturan ganjil genap. Anda tak bisa membeli kelancaran lalulintas berapa pun besarnya uang anda selain berbagi hari dan mau diatur. 

Udara dan air bersih, lingkungan yang aman, politik yang menentramkan, masyarakat yang tidak pemarah dan seterusnya juga sama saja. 

Paradox of Poverty 
Kini teknologi semakin memudahkan. Bekerja dari rumah misalnya. Dulu keduanya dibentangkan oleh jarak dan waktu. Jadi banyak yang bisa diselesaikan dengan waktu yang lebih sedikit (working less time). Tetapi kini ada tuntutan untuk bekerja serba cepat. Bekerja dari rumah berarti tak punya waktu juga karena begitu banyak yang harus dan bisa dikerjakan. Pusing, bukan? 

Tetapi masih ada yang lebih paradox. Ini soal bagaiman kaum superkaya memaknai arti kemiskinan? Maksud saya, kalau tak pernah hidup melarat lalu ujug-ujug bisa menjadi presiden atau wakilnya, benarkah mampu membuat program yang meaningful untuk memberantas kemiskinan? 

Saya beri contoh saja Donald Trump yang superkaya itu. Sama seperti politisi-politisi kaya Indonesia yang menjual kemelaratan (poverty) dan “penderitaan rakyat” sewaktu kampanye, Trump membekukan Obama Care yang pro poor. Tetapi di lain pihak, Trump justru mengusir para imigran miskin dan menurunkan pajak perusahaan-perusahaan besar dari 35 persen menjadi 21 persen. 

Saya semakin tertegun ketika membaca buku Homo Deus yang ditulis profesor Yuval Noah Harari : A Brief History of Tomorrow. Ia mengingatkan: 

“Saat negara-negara terfokus mengentaskan kemiskinan, kita menemukan pembunuh terbesar umat manusia. Bukan lagi kurang gizi, penyakit menular atau terorisme, melainkan gula.” 

Ada paradoks antara eating too little (yang mengakibatkan kurang gizi) vs eating too much (yang mengakibatkan diabetes dan obesitas). 

Science telah turut mengatasi banyak masalah kaum papa. Di Indonesia, dengan program dana desa yang generous kita menyaksikan telah ada lebih dari 100.000 KM jalan desa. Penyakit-penyakit menular pun cepat diberantas. 

Tetapi, tiga pembunuh terbesar manusia Indonesia menurut survei yang dilakukan oleh Balitbangkes (Sample Registration Survey) adalah diabetes, stroke, dan penyakit jantung. Ketiganya, konon banyak diderita kelompok kaya. Bukan kaum miskin. 

Di sisi lain, ditemukan realitas bahwa komplain besar terhadap layanan BPJS Kesehatan, ternyata bukan dari kaum miskin, melainkan kelas menengah yang malas bayar iuran. Mereka lebih mengedepankan hak ketimbang kewajibannya. Bisa dibayangkan, masa depan layanan yang generous ini kalau kelak negara dipimpin orang kaya seperti Trump 

Begitulah kita menyaksikan sebagian orang-orang kaya yang merasa hidupnya semakin sulit. Mereka komplain apa saja, mulai dari ganjil-genap, jalan yang jauh di bandara, parkir yang padat, demo yang dilarang, sampai tadi itu: kok hidup jadi lebih susah?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Orang-orang Kaya yang Mengaku Hidupnya Makin Sulit", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/31/053000226/orang-orang-kaya-yang-mengaku-hidupnya-makin-sulit. 

Penulis RHENALD KASALI 
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Thursday, January 25, 2018

KETAHANAN PANGAN INDONESIA TERBURUK




Ketahanan Pangan Indonesia terburuk jika dilihat dari sisi sumber daya dan ketahanan. Menurut penilaian Global Food Security Index 2017, Indonesia berada pada urutan ke 109 dari 113 Negara dengan skor 46,5. Pemberian skor dari 100 -0. Skor 100 dianggap terbaik.

Negara yang memiliki ketahanan pangan terbaik dilihat dari ketahanan sumber daya alam adalah Austria dari urutan 11 menjadi urutan ke 3. dan Negara Denmark memiliki kategori ketahanan pangan terbaik disebabkan kurangnya dampak perubahan iklim dan disertai kapasitas adaptasi yang tinggi dan erosi tanah yang sangat rendah.

Negara berpenghasilan menengah kebawah sangat terancam dan berpontesi memaksa untuk kembali berpendapatan rendah. Penyebabnya tidak lain, kenaikan permukaan laut dan suhu, penipisan air tawar dan terjadi kontiminasi, penggundulan hutan, dan manajemen resiko bencana yang buruk. Hal ini semakin diperburuk dengan kapasitas adaptasi rendah, terutama dalam pengelolaan risiko bencana pada pertanian.

Bukan hanya negara berpenghasilan rendah yang terancam krisis pangan, tetapi negara berpenghasilan tinggi pun terancam krisis pangan. Contoh Kanada dan Amerika sangat rentan kekeringan yang berhubungan dengan pertanian. Jadi untuk mengatasi krisis pangan, fokus kedepan adalah menciptakan teknologi penggunaan air untuk mengurangi resiko ini.

Sumber 

Indeks Pangan Indonesia Meningkat





Global Food Security Index tahun 2017, mengelurkan penilaian ketahanan pangan berbagai negara. Proses penilaian dibagi dalam 2 kategori yakni negara yang mengalami peningkatan ketahanan pangan dan negara yang mengalami penurunan ketahanan pangan. 

10 negara yang mengalami peningkatan ketahanan pangan adalah Negara Sierra Leone (+2.6), Paraguay (+2.0), Ecuador (+1.4), Bangladesh (+1.3), Nicaragua (+1.3), Ghana (+1.2), Colombia (+1.1), Jordan (+1.1), Peru (+1.1), dan Finlandia (+0.9).

5 Negara mengalami penurunan ketahanan pangan yang parah dan akut adalah Venezuela (-7.1), Qatar (-6.0), Madagascar (-4.7), Congo (-3.8) dan Yemen (-3.4). 

Negara yang mengalami keterpurukan pangan sebanyak 74 negara dan Negara yang peningkatan ketahanan pangan kurang lebih 40 negara.

Dalam proses penilaian yang diadakan Global Food Security Index, Indonesia berada pada posisi negara yang mengalami perbaikan ketahanan pangan dengan peningkatan sebesar + 0,2.

Sumber 

Saturday, January 13, 2018

Krisis Pangan, Junk Food dan Bank Makanan Di Kota Kendari



Beberapa hari terakhir, kita dihebohkan dengan berita impor beras yang akan dilakukan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, sebanyak 500.000 ribu ton. Impor dianggap mendesak untuk menjaga kestabilan harga di pasaran yang mulai merangkak naik Rp. 2000 per Kg. 

Namun, dibalik itu tidak sedikit warga sampai politisi yang memprotes kebijakan tersebut, karena dianggap akan mematikan produksi petani lokal dan menguntungkan para kartel pangan. 

Beberapa hari terakhir juga, kita dihebohkan dengan gerakan warga berbagai negara yang mengakibatkan kerusuhan. Penyebabnya tidak lain, krisis pangan seperti yang terjadi di Venezuela, Iran dan Tunisia. 

Venezuela dan Iran yang terkenal sebagai penghasil minyak terbesar di dunia, ternyata mampu tumbang dan mengalami krisis pangan. Warga mulai menjarah toko-toko diberbagai kota di Venezuela. Begitupun di Iran, Warga turun ke jalan disebabkan harga sembako yang naik.

Kita kemungkinan mengalami ketakutan itu, terjadi kenaikan harga pangan di tahun politik yang berpotensi menimbulkan kekacauan dalam negeri. 

Selain dari krisis pangan, Bulan oktober 2017 lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengidentifikasi pangan jajanan anak banyak tidak higienis di Kota Kendari. Jajanan anak banyak mengandung zat pewarna dll (lenterasultra.com). Makanan yang tidak sehat itu biasa disebut Junk Food atau makanan sampah.

Pemerintah Kota Kendari dalam hal ini Wakil Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir menyatakan di media radar investigasi bahwa mendukung hadirnya program dalam mengatur jajanan sehat yang di komsumsi anak-anak sekolah di Kota Kendari.

Jadi, persoalan pangan bukan hanya berbicara pangan yang bergizi tapi krisis pangan yang mengancam anak-anak di Kendari.

Belajar Dari Pengalaman
Salah satu kelompok yang berusaha mengatasi krisis pangan dan makanan higienis dan bergizi untuk anak dilakukan oleh London Food Bank. 

Menurut Koordinator Food Bank London, Mary Ann McDowell, Harga makanan semakin hari semakin tinggi dan tidak terjangkau disana, bahkan diperkirakan akan meningkat sampai 1-3 persen pada tahun 2018 mendatang.

Komunitas Food Bank London telah melayani hampir 3.500 rumah tangga perbulan. Dengan cara mengidentifikasi setiap anggota keluarga yang kurang mampu dan berpenghasilan rendah danlalu diberi makanan gratis yang sehat.

Hal yang sama dilakukan sosiolog asal Filipina Maria Fides F. Bagasao sesui dengan liputan media rappler. Dia melihat negaranya selalu dihantam bencana Topan Yulanda dan ribuan warga terancam kelaparan.

Fides belajar dari bank makanan di Korea Selatan. Dimana bank makanan untuk warga yang kurang beruntung dijaringkan dengan restoran, toko bahan makanan, toko serba ada, dan pihak swasta yang dianggap mampu mengatasi kelaparan warga.

Bank makanan yang didirikan berbasis masyarakat. menjalankan operasi sehari-hari. Selain memastikan pasokan terpenuhi, sistem juga memastikan makanan yang didistribusikan bersih dan bergizi.

Bank makanan berbasis masyarakat tidak melakukan apa-apa selain menyumbangkan waktu, usaha, tenaga kerja, makanan, dan uang tunai dari sukarelawan, penyelenggara komunitas, dan sektor swasta. 

Kemudian, di tengah Krisis Keuangan Asia, pemerintah Korea Selatan mulai mendukung, mendanai, dan berpartisipasi dalam sistem makanan bank.

Penerima manfaat termasuk anak yatim piatu, penyandang cacat (penyandang cacat), orang tua, tunawisma, pengangguran, dan korban bencana alam.  

Menurut Fides, Saat ini, ada lebih dari 400 bank makanan di seluruh Korea Selatan yang didukung oleh anggaran belanja pemerintah setempat. 

Hal itulah yang mendorong Fides untuk mendirikan sebuah bank makanan di Filipina, yang dinamakan DSWD The Department Of Social Welfare And Development. Dengan Visi  memiliki bank makanan yang dikelola masyarakat dengan kemitraan yang diperkuat dengan organisasi masyarakat, keluarga, donor swasta, dan relawan masyarakat berbasis masyarakat.

Komunitas di Indonesia
Sebenarnya saya pernah melihat aksi anak muda dalam melakukan kegiatan berbagi makanan di media sosial. Nama lembaganya berbagi nasi. bahkan kalau tidak salah banyak juga anak-anak Kendari yang tergabung dengan lembaga tersebut. Tapi entah, sistematis seperti yang terjadi di London, Filipina dan Korea Selatan. 

Di Jakarta, kelompok yang biasa menginisiasi kegiatan berbagai makanan ketika terjadi bencana alam banjir dipelopori oleh anak muda kelas tengah yang biasa menamakan diri "ODOSMOV". Model mereka tidak jauh berbeda dengan berbagi nasi, dengan mengharapkan sumbangan donor orang-perorang untuk disumbangkan ke warga yang membutuhkan.

Kembali ke Kebijakan Pemerintah Kota Kendari terkait pengawasan jajanan sehat. Saya kira anak tidak hanya butuh jajanan sehat tetapi juga penting untuk menciptakan ketahanan pangan untuk semua, mengingat kita terus diintai dengan krisis pangan. 

Model yang ditawarkan Food Bank berbasis komunitas di London, Korea Selatan, Filipina danatau yang dilakukan anak-anak Indonesia seperti berbagai nasi dan odosmov bisa dikembangkan dengan cara sistematis dan bersifat jangka panjang di Kota Kendari. 

Mari sediakan generasi penerus dan warga yang kurang beruntung pangan yang sehat...

Sumber Data
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3812672/cerita-di-balik-keputusan-pemerintah-impor-beras-500000-ton

https://www.rappler.com/move-ph/issues/hunger/48031-lessons-south-korea-food-banks

https://www.westerngazette.ca/news/more-students-accessing-the-london-food-bank/article_b97b514e-f5dd-11e7-bc1d-63abff1ffeec.html

https://sekilaskendari.blogspot.co.id/2017/12/jangan-buang-makananmu.html

https://sekilaskendari.blogspot.co.id/2018/01/kegagalan-mengelola-ekonomi-kembali.html

https://sekilaskendari.blogspot.co.id/2018/01/penyebab-kenaikan-harga-minyak-tahun.html

https://sekilaskendari.blogspot.co.id/2018/01/penyebab-demonstrasi-bentrokan-di-iran.html

https://odosmov.wordpress.com/

http://www.berbaginasi.com/

Tuesday, July 11, 2017

Alternatif G20 Dalam Pemenuhan Pangan

Vandana Shiva kiri, Barbara Unmüßig kanan
Vandana Shiva dan Barbara Unmüßig merupakan  tokoh perempuan dunia yang terlibat dalam "Gerakan Solidaritas Global". Keduanya sangat menentang kebijakan perdagangan global terutama pangan dalam pertemuan G20 di Hamburg, Jerman.

Vandana Shiva,  pemegang nobel perdamaian dari India melihat kondisi ekonomi global makin timpang dan menciptakan migrasi, kemiskinan dan perubahan iklim. Ia tampil dalam sebagai pembicara depan masyarakat sipil menyerukan “produksi yang berkeadilan dan konsumen yang berkeadilan”. 

Shiva menganggap slogan G20 "Perdagangan bebas dan adil" hanya retorika untuk mereka. Hal itu disebabkan karena kepentingan mereka hanya untuk melindungi hak-hak orang yang mendukung mereka. Selain itu, G20 hanya dipenuhi oleh Negara terkaya dan terbesar untuk mendominasi tatanan ekonomi dunia. (Laporan www.finanznachrichten.de).

Vandana Shiva yang terkenal dengan tokoh ecofeminisme juga menyoroti, struktur ekonomi dunia yang tidak adil dan dianggap sebagai warisan kolonialisme. Hal ini disebabkan karena para pemain dalam bidang pertanian kebanyakan didominasi oleh perusahaan multinasional.  Shiva menawarkan perdagangan yang adil dan pertanian organik sebagai alternatif untuk melawan monopolisasi perusahaan multinational. Perdagangan yang adil adalah produk yang ramah lingkungan dan adil terhadap konsumen.

Begitupun dengan Barbara  Unmüßig, Wartawan kritis dari Jerman, melihat sektor pertanian global didominasi tujuh produsen international dalam hal pestisida, benih dan zat kimia pertanian lainnya. Pemain pangan international yang dimaksud seperti Monsanto, Sygenta, DuPont, Bayer, BASF, dan ChemChina. Selain mengontrol perdagangan pangan dunia, produk para perusahaan tersebut dianggap merusak lingkungan. (http://www.dw.com/en/who-controls-our-food/a-37112815 )

Karena itu Barbara Unmüßig mendorong Negara berpenghasilan menengah seperti India, Indonesia dan Nigeria keluar dari sistem pasar yang tidak adil itu. Tujuannya tidak lain untuk menciptakan kekuatan agar dapat mendikte harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan terutama petani. 

Unmüßig menginginkan para pemimpin dunia menyadari situasi ini dan tidak menciptakan ketergantungan terhadap perusahaan multinational yang mengontrol pangan seluruh dunia.

Kebijakan dan Dampak Virus Corona di Indonesia

Ilustrasi Kekuatan ekonomi China sangat luar biasa di dunia saat ini. Kebangkitan ekonomi China bahkan mengalahkan Amerika Serikat. ...